Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kenaikan TDL Dongkrak Beban Penjualan Kosmetika 13,61%

Ketua Umum Perhimpunan Pengusaha dan Asosiasi (PPA) Kosmetika Indonesia Putri K Wardani mengatakan kenaikan TDL pada 2014 akan berdampak pada beban penjualan hingga 13,61%. Adapun dampak terhadap total cost, bisa mencapai 15,6%.
Riendy Astria
Riendy Astria - Bisnis.com 18 Desember 2013  |  21:12 WIB
Kenaikan TDL Dongkrak Beban Penjualan Kosmetika 13,61%
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Umum Perhimpunan Pengusaha dan Asosiasi (PPA) Kosmetika Indonesia Putri K Wardani mengatakan kenaikan TDL pada 2014 akan berdampak pada beban penjualan hingga 13,61%. Adapun dampak terhadap total cost, bisa mencapai 15,6%.

Hingga saat ini, kata Putri, tidak ada perusahaan kosmetika yang bisa meraup untung hingga 10%. Bila dampak kenaikan TDL sebesar 15,6% diaplikasikan, kenaikan harga harus dilakukan.

“Kalau tidak, kami akan rugi. Dampak besarnya, kenaikan harga di konsumen cukup masif. Belum lagi akan menyumbang inflasi yang cukup tinggi,” kata Putri, Rabu (18/12/2013).

Selain profit perusahaan akan terancam, revenue penjualan industri juga akan terancam. Yang paling besar, akan memberikan peluang lebih besar kepada barang impor untuk masuk ke Indonesia. Putri meminta agar pemerintah lebih baik dalam membuat perencanaan dan kebijakan. Kenaikan TDL tahun depan merupakan permasalahan serius yang harus mendapatkan perhatian besar.

“Kalau harga naik, akan sulit bersaing. Importir pasti cukup senang, kami juga memikirkan hal ini, kami tidak bisa serta merta asal menaikkan harga. Jangan-jangan ini kebijakan pesanan importir, urusan politik,” tambah Putri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

phk tdl
Editor : Fatkhul-nonaktif
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top