Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Investasi Kilang Minyak Akan Dapat Tax Holiday 15 Tahun

Pemerintah berencana memberikan tax holiday selama 15 tahun untuk industri pengilangan minyak dan baja dalam revisi aturan insentif pajak itu.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 09 Desember 2013  |  20:30 WIB
Investasi Kilang Minyak Akan Dapat Tax Holiday 15 Tahun
Ilustrasi - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA--Pemerintah berencana memberikan tax holiday selama 15 tahun untuk industri pengilangan minyak dan baja dalam revisi aturan insentif pajak itu.

Wakil Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro mengatakan  pemerintah akan memberikan perlakukan yang berbeda, termasuk dalam jangka waktu tax holiday, untuk masing-masing sektor.

Dalam PMK No 130/2011 tentang Pemberian Fasilitas Pembebasan atau Pengurangan Pajak Penghasilan Badan, jangka waktu pembebasan PPh badan untuk seluruh sektor sama yakni paling lama 10 tahun.

Jangka waktu pembebasan dapat melebihi 10 tahun, tetapi dengan pertimbangan untuk kepentingan mempertahankan daya saing industri nasional dan nilai strategis dari kegiatan usaha tertentu.

 “Untuk sektor-sektor itu bisa dikasih sampai 15 tahun, seperti kilang minyak dan baja,” kata Bambang, Senin (9/12/2013).

Namun,  dia  masih enggan menyebutkan jangka waktu pemberian tax holiday untuk sektor usaha lain.

Selama ini, tax holiday diberikan kepada industri yang dianggap pionir, meliputi industri logam dasar, industri pengilangan minyak bumi dan/atau kimia dasar organik yang bersumber dari minyak bumi dan gas alam, industri permesinan, industri di bidang sumber daya terbarukan, dan industri peralatan komunikasi.

 

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tax holiday
Editor : Ismail Fahmi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top