Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perizinan Penghambat Utama Investor Asing

Bisnis.com, JAKARTA — Permasalahan tata kelola adminsitrasi perijinan menjadi masih menjadi kendala dalam masuknya investor asing menanamkan modalnya di Indonesia.
Fatia Qanitat
Fatia Qanitat - Bisnis.com 04 Oktober 2013  |  16:07 WIB
Perizinan Penghambat Utama Investor Asing
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Permasalahan tata kelola adminsitrasi perijinan menjadi masih menjadi kendala dalam masuknya investor asing menanamkan modalnya di Indonesia.

Khusus di sektor properti, besaran investasi ke Indonesia diperkirakan mencapai 10% dari total investasi yang yang terjadi di negara lainnya di Asia Pasifik,.

“Itu sudah cukup bagus, karena tahun-tahun sebelumnya berkisar 8%. Tapi seharusnya pemerintah bisa meningkatkan hal itu lebih baik lagi dengan memperbaiki sistem tata kelola perijinan,” papar Sekretaris Jendral Federasi Real Estate Dunia (FIABCI) regional Asia Pasifik Rusmin Lawin, Jumat (4/10/2013).

Dia mengatakan negara yang menjadi tujuan investasi properti paling baik saat ini adalah Australia dengan persentase 38%. Negara lainnya adalah Jepang (19%), dan China (18%).

Seperti Asutralia, paparnya, negara tersebut sangat konsisten dalam mendukung investor asing untuk menanamkan modalnya. Selain itu, seluruh regulasi bisa berjalan sangat trasparan.

“Di sana, proses perijinan bisa selesai dalam waktu 5 menit. Kalau di Indonesia, 3 bulan tidak siap-siap. Ini yang perlu diperhatikan untuk memacu peningkatan investasi,” ujarnya.

Seperti diketahui, berdasarkan hasil riset dari Urban Land Institute (ULI) dan PricewaterhouseCoopers (PwC) yang menempatkan Jakarta di posisi pertama sebagai pasar real estate di Asia Pasifik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asia pasifik rei investasi properti rusmin lawin
Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top