Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Manfaatkan Dana Obligasi, Hutama Karya Dirikan Pabrik Beton

Bisnis.com, JAKARTA - PT Hutama Karya berencana mendirikan entitas anak baru yang bergerak di bidang produksi beton pracetak.Sekretaris Korporasi Hutama Karya Ari widiantoro mengatakan pasar beton pracetak saat ini sangat menjanjikan.Selain itu, pihaknya
Dimas Novita Sari
Dimas Novita Sari - Bisnis.com 16 September 2013  |  23:00 WIB
Manfaatkan Dana Obligasi, Hutama Karya Dirikan Pabrik Beton
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Hutama Karya berencana mendirikan entitas anak baru yang bergerak di bidang produksi beton pracetak.

Sekretaris Korporasi Hutama Karya Ari widiantoro mengatakan pasar beton pracetak saat ini sangat menjanjikan.

Selain itu, pihaknya juga akan menyuplai beton secara mandiri untuk proyek perseroan ke depannya, terutama tol trans-Sumatra.

“Tol trans-Sumatra itu kan panjang sekali. Kita butuh beton pracetak untuk median jalan dan pembatas jalannya,” ujarnya, Senin (16/9/2013).

Dengan demikian, menurutnya, kontinuitas terhadap material konstruksi yang dibutuhkan akan tetap terjaga, dibandingkan dengan menyuplai dari produsen lain.

Hingga saat ini, rencana tersebut tengah dalam proses perizinan di Kementerian BUMN dan penyelesaian studi kelaikan.

Adapun dana yang digunakan untuk penyertaan modal bagi anak usaha ini berasal dari obligasi yang baru diterbitkan perseroan Rp750 miliar.

“Kami akan mengalokasikan Rp70 miliar dari dana obligasi untuk modal usaha yang akan direalisasikan pada tahun ini,” jelasnya.  (ra)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hutama karya pabrik beton
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top