Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto melaporkan produksi minyak dan gas bumi (migas) secara year to date (ytd) mencapai 1,799 juta barel setara minyak per hari (Mboepd) per 21 Februari 2025.
Angka itu lebih tinggi dibanding realisasi produksi migas pada 2024 yang sebesar 1,795 Mboepd. Selain itu, realisasi ytd pada 21 Februari 2025 juga lebih tinggi dari target lifting 2025 yang sebesar 1,610 Mboepd.
"Sementara saat ini, realisasi produksi year to date itu sudah 1,799 million barrel of oil equivalent per day," kata Djoko dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR RI, Kamis (27/2/2025).
Lebih terperinci, Djoko mengungkapkan produksi minyak secara ytd pada 21 Februari 2025 mencapai 607.097 barel per hari (bopd). Angka ini lebih tinggi dari realisasi produksi pada 2024 yang sebesar 580.224 bopd.
Adapun, target lifting minyak pada 2025 dipatok sebesar 605.000 bopd.
Sementara itu, realisasi produksi gas secara ytd per 21 Februari mencapai 6,839 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd). Angka ini lebih tinggi dari realisasi pada 2024 yang sebesar 5,481 MMscfd.
Untuk target lifting gas bumi pada 2025 dipatok sebesar 5,628 MMscfd.
Baca Juga
Djoko mengatakan, produksi gas bumi lebih mencapai target dibandingkan minyak. Hal ini tak lepas dari banyaknya proyek-proyek gas yang ditemukan.
"Jadi alhamdulillah karena kita sekarang ini banyak proyek-proyek gas, kita temukan adalah gas," ucapnya.