Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Tol Pertama di Jambi Segera Beroperasi, Hutama Karya Klaim Progres 72,71%

Jalan tol pertama di Jambi ini bakal menghubungkan Sumatra Selatan, dan merupakan bagian Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS).
Jalan Tol Betung - Tempino - Jambi merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) dengan panjang keseluruhan yakni 169,9 km - Dok. BPJT
Jalan Tol Betung - Tempino - Jambi merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) dengan panjang keseluruhan yakni 169,9 km - Dok. BPJT

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan jalan tol pertama di Jambi yakni Tol Bayung Lencir - Tempino Seksi 3 akan beroperasi pada tahun ini.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menuturkan proyek Tol Bayung Lencir - Tempino sepanjang 33 kilometer yang tengah dikerjakan oleh PT Hutama Karya (Persero) ditarget rampung pada Juli 2024.

“Proyek ini rapih dan kualitasnya bagus, pekerjaan yang sedang berjalan bisa dipertahankan dan diawasi betul hingga selesai,” tutur Basuki dalam keterangan resmi, Selasa (23/4/2024).

Sementara itu, EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Adjib Al Hakim optimis target tersebut dapat direalisasikan. Pasalnya, saat ini ruas tol Bayung Lencir - Tempino Seksi 3 yang tengah digarap oleh HK telah mencapai 72,71%.

“Progres proyek yang telah mencapai 72,71% ini merupakan upaya untuk meningkatkan konektivitas maupun mobilitas di wilayah Jambi dan sekitarnya serta diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi regional guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Adjib.

Secara teknis, Adjib mengatakan bahwa proyek ini dibangun dengan skema dukungan konstruksi dari pemerintah yang sumber pendanaannya berasal dari APBN.

Nantinya, jalan tol pertama di Jambi ini akan membuka konektivitas baru bagi 2 Provinsi yaitu Sumatra Selatan dengan Jambi sehingga dapat melengkapi backbone dari Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) yang sudah beroperasi.

Lebih lanjut, tambah Adjib, dalam rangka memenuhi target yang ditetapkan Kementerian PUPR, sejumlah strategi percepatan penyelesaian dilakukan oleh KSO diantaranya membagi lokasi pekerjaan dalam 3 zonasi untuk memudahkan pelaksanaan.

Di samping itu, KSO HK-Abipraya juga akan melakukan pengawasan dan evaluasi dengan menggunakan digital construction, serta mengedepankan safety, quality pada progres yang berjalan beriringan.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Alifian Asmaaysi
Editor : Kahfi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper