Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Produksi Jagung RI Surplus, Bapanas Tutup Keran Impor

Bapanas memutuskan tutup keran impor jagung untuk pakan ternak usai mendapat laporan produksi dalam negeri surplus.
Petani merontokkan jagung untuk bahan baku pakan ternak di daerah Wanaraja Kabupaten Garut, Jawa Barat./JIBI-Rachman
Petani merontokkan jagung untuk bahan baku pakan ternak di daerah Wanaraja Kabupaten Garut, Jawa Barat./JIBI-Rachman

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi membeberkan alasan tutup keran impor jagung untuk pakan.

Panen raya jagung yang tengah berlangsung menjadi dasar pemerintah menyetop sementara penugasan impor jagung oleh Bulog. Arief mengatakan, saat ini Bulog ditugasi untuk menyerap jagung pakan hasil produksi petani dalam negeri.

"Ini dalam upaya mengantisipasi anjloknya harga jagung di tingkat produsen pada musim panen raya," ujar Arief dalam keterangannya, dikutip Sabtu (16/3/2024).

Dia menjelaskan, hasil rapat koordinasi Bapanas dengan berbagai pihak menunjukkan adanya surplus dari produksi jagung kali ini.

Adapun berdasarkan Kerangka Sampel Area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan total produksi jagung di empat bulan awal tahun ini bisa mencapai 5,34 juta ton atau lebih tinggi 500.000 ton dari produksi di periode yang sama tahun sebelumnya. Surplus tersebut, kata dia, perlu dimanfaatkan secara optimal untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga jagung di hulu maupun hilir.

"Dengan kita setop importasi jagung jelang panen raya, ini berarti importasi yang dilakukan pemerintah sangat terukur dan mempertimbangkan harga jagung di tingkat petani," kata Arief.

Adapun untuk mempermudah koordinasi penyerapan jagung petani, Kementan dalam waktu dekat bakal menyiapkan data terkait dengan lokasi panen, petani jagung, dan kelompok tani jagung secara by name by address untuk dihubungkan ke peternak mandiri, feedmill (pabrik pakan) dan nonfeedmill pada saat panen raya yang puncaknya diperkirakan terjadi pada April 2024.

"Pemerintah memutuskan untuk menghentikan importasi jagung pakan dan tentunya kita berharap kebutuhan pakan para peternak khususnya peternak mandiri dapat dipenuhi dari hasil panen petani kita," jelasnya.

Sebelumnya Bulog ditugasi impor jagung pakan sebanyak 500.000 ton untuk stabilisasi harga jagung pakan di tingkat peternak melalui program SPHP.

Data Bulog mencatat sampai 14 Maret 2024, realisasi penyaluran SPHP jagung oleh Bulog sejak tahun lalu mencapai 212.000 ton atau 62% dari total pagu 343.000 ton. Penyaluran SPHP jagung tersebut telah menyasar ke para peternak mandiri di 18 provinsi. Sementara itu, Bapanas menargetkan mobilisasi jagung dari sentra produksi ke wilayah defisit tahun ini mencapai 2.600 ton.

Menyitir panel harga pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), rata-rata harga jagung pakan di tingkat peternak di level Rp8.200 per kilogram. Harga jagung saat ini masih di atas harga acuan pembelian (HAP) yang ditetapkan pemerintah lewat Perdaban No.5/2022 sebesar Rp5.000 per kilogram.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dwi Rachmawati
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper