Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jelang Rilis Data Pertumbuhan Ekonomi 2023, Simak Proyeksi Bank Dunia hingga IMF

Lembaga-lembaga global, termasuk IMF, ADB, dan Bank Dunia kompak memperkirakan pertumbuhan ekonomi RI mencapai 5% pada 2023.
Annasa Rizki Kamalina, Maria Elena
Senin, 5 Februari 2024 | 08:03
Warga beraktivitas dengan latar suasana gedung perkantoran di Jakarta, Rabu (2/8/2023). Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II/2023 akan terjaga di level 5 persen, seiring dengan perkembangan yang positif. JIBI/Bisnis/Himawan L Nugraha
Warga beraktivitas dengan latar suasana gedung perkantoran di Jakarta, Rabu (2/8/2023). Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II/2023 akan terjaga di level 5 persen, seiring dengan perkembangan yang positif. JIBI/Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) akan merilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2023 pada hari ini, Senin (5/2/2024).

Ekonom pun memperkirakan atau pertumbuhan ekonomi Indonesia atau produk domestik bruto (PDB) pada 2023 melambat dari capaian tahun 2022 sebesar 5,31%, namun akan tetap menyentuh 5%.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menyampaikan hal tersebut seiring dengan proyeksi perekonomian global yang turut melambat menjadi 3% dari 3,5% pada 2022. 

“Kami memperkirakan pertumbuhan di kuartal IV/2023 akan berada di kisaran 4,8% sampai 4,9%, sementara untuk full 2023 akan berada di kisaran 5,0%,” ujarnya kepada Bisnis, dikutip Senin (5/2/2024).

Yusuf berpandangan ekonomi China menjadi kunci utama melambatnya ekonomi global. Meski demikian, tren inflasi yang turun secara persisten menjadi bekal optimisme pemulihan ekonomi global. 

Sejumlah lembaga global seperti IMF, Bank Dunia, dan ADB juga memproyeksikan ekonomi RI tumbuh 5% pada tahun 2023. Berikut ringkasan proyeksi dari ketiga lembaga tersebut:

IMF

Dana Moneter Internasional (IMF) kembali mempertahankan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk periode 2023 dan 2024, yakni tetap di angka 5%. 

Melihat laporan World Economic Outlook (WEO) edisi Januari 2024 yang rilis Selasa (30/1/2024), IMF memproyeksikan ekonomi Indonesia mampu tumbuh di level 5% tersebut tidak berubah dari perkiraan sebelumnya. 

Proyeksi pertumbuhan ekonomi RI dari IMF diambil berdasarkan asumsi kebijakan fiskal dan moneter RI. 

Pada WEO edisi sebelumnya, IMF telah meramalkan ekonomi RI akan mampu tumbuh seperti yang pemerintah harapkan, meski proyeksi ekonomi global dari berbagai lembaga terus dipangkas. 

ADB

Asian Development Bank (ADB) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat pada level 5% pada 2023 dan 2024.

Direktur ADB di Indonesia Jiro Tominaga menyampaikan pertumbuhan ekonomi tersebut didukung oleh kondisi ekonomi makro domestik yang kuat, baik dari sisi fiskal maupun moneter, juga dari sisi pengelolaan utang.

“Jadi kami sangat yakin bahwa Indonesia akan terus mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang kuat di masa mendatang,” katanya di acara Media Briefing, Kamis (14/12/2023).

ADB memperkirakan konsumsi domestik akan tetap kuat, dipengaruhi oleh inflasi yang rendah, fundamental rumah tangga yang stabil, dan pengeluaran pemilu oleh pemerintah dan partai politik. 

Selain itu, investasi tetap akan terus meningkat seiring dengan percepatan proyek-proyek infrastruktur melalui Program Strategis Nasional (PSN) dan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Bank Dunia

Dalam laporan Indonesia Economic Prospects edisi Desember 2023, Bank Dunia (World Bank) Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 5% pada 2023.

Namun, Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan melambat menjadi 4,9% pada 2024 dan 2025. Selanjutnya, ekonomi Indonesia pada 2026 diperkirakan kembali tumbuh pada level 5%.

Menurut Bank Dunia, perkiraan pertumbuhan tersebut mencerminkan kondisi perdagangan yang lebih lemah. Risiko dari sisi eksternal dinilai akan lebih menantang karena perlambatan perdagangan ini, juga tekanan dari sisi pembiayaan global.

“Pergeseran struktural dalam pertumbuhan jangka panjang menghadapi tantangan dari lingkungan eksternal yang lebih bergejolak dan tidak stabil, yang tidak hanya terjadi di Indonesia,” kata Ekonom Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste Habib Rab dalam acara peluncuran Indonesia Economic Prospects Desember 2023, Rabu (13/12/2023).


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper