Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Intip Taktik BSDE Kejar Target Prapenjualan pada Tahun Politik

PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) optimistis dengan kondisi sektor properti pada 2024 dengan menargetkan marketing sales atau prapenjualan Rp9,5 triliun.
Sinar Mas Plaza/ Istimewa
Sinar Mas Plaza/ Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Pengembang properti milik Grup Sinar Mas Land, PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) optimistis dengan kondisi sektor properti pada 2024 dengan menargetkan marketing sales atau prapenjualan Rp9,5 triliun. 

Target marketing sales 2024 ini sama dengan capaian realisasi prapenjualan tahun 2023. Sepanjang tahun lalu, emiten berkode BSDE ini berhasil meraup prapenjualan senilai Rp9,5 triliun atau mencapai dari yang ditargetkan senilai Rp8,8 triliun. 

Pada 2022, BSDE meraup marketing sales Rp8,8 triliun meningkat dari capaian 2021 yang senilai Rp7,7 triliun.

Direktur BSDE Hermawan Wijaya mengatakan terdapat beberapa pertimbangan angka target marketing sales di tahun ini tidak mengalami perubahan dengan realisasi prapenjualan yang diperoleh perusahaan di tahun lalu.  

Target marketing sales senilai Rp9,5 triliun ini menjadi target perusahaan yang diyakini dapat dicapai di tahun ini. Menurutnya, target yang ada saat ini sudah terlampau besar sehingga harus dijaga pertumbuhannya hingga akhir tahun ini. 

“Selama ini ketika kami sudah mengumumkan suatu target tidak pernah merevisi turun. Angka yang keluar ini memang yang kira-kira bisa capai dan cukup konservatif. Memang keliatan flat, angka itu kami maintain,” ujarnya menjawab Bisnis, Kamis (1/2/2024). 

Dari target marketing sales senilai Rp9,5 miliar ini, sebesar Rp5,05 triliun akan berasal dari penjualan produk residensial, senilai Rp2,95 triliun untuk produk komersial, dan penjualan tanah joint venture senilai Rp1,5 triliun. 

Dia merinci dari target marketing sales senilai Rp9,5 triliun di tahun ini, rencananya senilai Rp5,28 triliun akan disumbang dari proyek BSD City, kemudian prapenjualan dari Grand Wisata Bekasi ditargetkan sebesar 10%, Kota Wisata Cibubur sebesar 6%, dan Grand City Balikpapan sebesar 4%. 

“Rp9,5 triliun itu angka yang cukup tinggi karena range Rp5 triliun itu angka yang gede dibanding perusahaan lain, rata-rata di bawah Rp5 triliun. Kalau Ciputra mirip-mirip lah sama kami. Kami bisa capai target itu di tahun ini semoga bisa lebih,” katanya. 

Menghadapi tahun 2024, kondisi ekonomi global maupun nasional dapat memengaruhi pertimbangan masyarakat untuk membeli rumah maupun investasi di sektor properti. 

Namun, Hermawan meyakini strategi inovasi produk Sinar Mas Land yang selalu memperhatikan tren dan kebutuhan konsumen akan dapat menjawab kebutuhan pasar. Strategi bisnis yang tepat dengan berfokus pada kemitraan strategis dan juga pengembangan produk dan jasa yang inovatif dan berkualitas. 

Selain itu diversifikasi portofolio produk dan geografis yang didukung oleh cadangan lahan yang luas menjadi katalis positif terhadap pertumbuhan. 

“Merujuk dari hasil kinerja perusahaan, kami sangat optimistis bahwa tahun ini industri properti akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi di Tanah Air,” ucapnya. 

Merujuk pengalaman Pemilu pada 2014 dan 2019, dia menilai Pemilu 2024 tak akan berimbas besar pada penjualan. Pasalnya, terdapat 3 profil pembeli konsumen BSDE yakni end user, upgrader, dan investor. 

Untuk konsumen upgrader dan investor lebih selektif dan memiliki pilihan berinvestasi produk properti. Berbeda konsumen end user yang tidak terpengaruh pemilu tetapi sangat terdampak bunga KPR yang tinggi. 

“Jadi kalau konsumen end user asal bunga KPR itu rendah bisa affordable, kondisi politik dan ekonomi stabil akan beli,” tuturnya. 

Hermawan menuturkan terdapat tren yang diprediksi akan memengaruhi pasar properti di tahun 2024 yakni generasi milenial diprediksi akan tetap menjadi pasar terbesar industri properti hingga tahun 2045. 

Sementara peningkatan jumlah Ultra High Net Worth Individuals (UHNWI) di Indonesia dan wellness industry juga turut berpengaruh terhadap tren pertumbuhan industri properti di Indonesia. 

Meskipun secara global sempat mengalami kontraksi, jumlah individu dengan tingkat kekayaan yang tinggi di Indonesia tetap tumbuh positif 12% (Compound Annual Growth Rate/CAGR 2017-2022) dan menempatkan Indonesia dalam peringkat tiga besar negara dengan pertumbuhan UHNWI tertinggi di Asia. 

Selain itu, juga terdapat tren wellness industry karena semakin tingginya kesadaran masyarakat atas kesehatan fisik maupun kesehatan mental yang mendorong pertumbuhan wellness real estat sebesar 21% per tahun dari tahun 2021 hingga 2028.

Generasi milenial dan UHNWI sepakat dalam perspektif mereka yang tidak hanya melihat properti sebagai instrumen keuangan. Kedua tipe demografi konsumen ini juga sangat peduli terhadap aspek ESG dan keberlanjutan sebagai bentuk kontribusi terhadap lingkungan dan well-being

Transparansi sebuah perusahaan terhadap inisiatif sustainability dan tanggung jawab sosial turut menjadi penentu bagi generasi milenial dan UHNWI dalam berinvestasi properti. 

Sementara untuk memenuhi kebutuhan pasar terkait wellness industry, Sinar Mas Land telah mengembangkan Biomedical Campus yang bertujuan sebagai wadah ekosistem komunitas sains dan teknologi baik itu pusat penelitian, edukasi, dan fasilitas kesehatan di BSD City.

Untuk memenuhi target penjualan perusahaan pada 2024, Sinar Mas Land memperkirakan harga unit properti kelas menengah dan menengah atas masih menjadi favorit calon pembeli properti baik untuk residensial maupun komersial. 

Pada tahun ini, perusahaan berencana untuk meluncurkan produk-produk baru dengan kisaran harga mulai dari Rp1 miliar hingga Rp30 miliar per unit untuk rumah tapak segmen menengah hingga premium, produk komersial termasuk ruko, apartemen/kondominium dan kavling lahan komersial termasuk yang dijual kepada perusahaan joint venture.

Adapun, sejumlah produk properti dengan kategori premium yang mendapatkan sambutan baik di tahun 2023 adalah Nava Park dan Enchante.

“Dalam mengeluarkan produk kami tentu kreasikan proyek apa, lokasi, segmen, harga, termasuk marketingnya. Jadi masing-masing segmen punya strategi beda. Proyek baru setiap tahun launching 6 hingga 8 klaster di BSD tapi ini tergantung kondisi pasar permintaannya,” terangnya. 

Hermawan menambahkan keoptimisan bisnis properti akan bertumbuh di tahun ini juga didukung sejumlah insentif yang diberikan pemerintah dan Bank Indonesia. Stimulus tersebut antara lain relaksasi rasio nilai kredit terhadap agunan (loan to value/LTV) sebesar 100%, mortgage disbursement, dan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP). 

Adapun, potensi yang dapat diserap BSDE dari produk ready stock yang memanfaatkan insentif PPN DTP dapat mencapai Rp1,8 triliun hingga Rp2 triliun.

Selain rumah tapak, perseroan akan berfokus menggenjot penjualan dari produk siap jual yang memanfaatkan insentif PPN DTP seperti apartemen di Jakarta dan Surabaya, yaitu Southgate, The Elements, Aerium dan Klaska.

“Hingga kini serapan PPN DTP baru sekitar 7% dari potensi Rp1,8 triliun hingga Rp2 triliun. Di tahun ini tentu akan kami tingkatkan serapannya dan tentu akan kami gabungkan dengan program penjualan tahunan perusahaan agar menarik konsumen beli properti,” ujarnya. 

Pada tahun ini, BSDE mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai Rp3 triliun hingga Rp4 triliun. Anggaran tersebut akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur dalam kawasan, pembebasan tanah, property investment.

“Kira-kira serapan capex di tahun lalu sekitar Rp3 triliun. Sumbar dana capex kami masih internal,” kata Hermawan.

Dalam kesempatan yang sama, Analis Properti dari PT Property Advisory Services Anton Sitorus mengatakan sektor properti nasional diprediksi akan tetap berada pada grafik pertumbuhan di sepanjang tahun ini.

Hal ini seiring proyeksi Bank Indonesia bahwa pertumbuhan perekonomian Tanah Air akan berada 4,7% hingga 5,5% di tahun ini dan terus meningkat hingga 5,6% di tahun 2025 mendatang. 

Optimisme sektor properti ini ditandai dengan Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) kuartal III tahun 2023 yang tumbuh sebesar 1,96% (year-on-year/YoY), lebih tinggi dari pertumbuhan pada kuartal sebelumnya yang sebesar 1,92% (YoY).

“Kondisi sektor properti di tahun ini diprediksi masih berada pada jalur yang relatif positif meskipun ada pemilu,” ucapnya. 

Menurut Anton, tidak ada pattern dan korelasi yang signifikan antara kinerja pasar properti dengan dinamika politik selama penyelenggaraan Pemilu. Menurutnya, pergerakan pasar lebih dipengaruhi oleh faktor-faktor ekonomi dan bisnis serta pertumbuhan supply dan tren permintaan yang sedang berlangsung di tahun tersebut.

Dia menilai saat ini pemulihan pasar terus berlanjut pascapandemi Covid-19. Menurutnya, uang yang beredar dan belanja selama pemilu diproyeksikan akan mengalir ke sektor bisnis properti. 

“Namun memang penjualan kemungkinan akan terfokus di segmen menengah dan menengah atas dan pembeli banyak didominasi oleh investasi,” tuturnya.

Sejumlah strategi hingga insentif memang telah disiapkan pemerintah untuk menjaga pertumbuhan industri properti salah satunya adalah penetapan kebijakan insentif berupa PPN DTP untuk pembelian rumah baru baik rumah tapak ataupun apartemen siap huni, mulai November 2023 hingga Desember 2024. 

Selain itu juga terdapat kebijakan pelonggaran LTV residensial sudah terbukti memberikan pengaruh positif bagi daya beli konsumen sehingga membantu peningkatan penjualan properti di Indonesia.

Sejumlah stimulus tersebut memberikan angin segar optimisme sebagai salah satu pendorong utama yang menjaga sektor properti tetap bertumbuh. 

“Secara khusus bagi segmen menengah-bawah, insentif fiskal mungkin perlu diberikan secara terstruktur dan terencana untuk meningkatkan daya beli dengan metode dan cara yang inovatif contohnya, tax exemption khusus bagi pembelian low-cost apartments,” terangnya. 

Anton berharap pemerintah dapat memberikan program insentif dalam periode waktu yang cukup panjang agar pengembang maupun pembeli bisa memanfaatkannya secara maksimal dengan persiapan yang cukup. Pertumbuhan properti tahun ini akan diwarnai oleh tren-tren baru yang beradaptasi dengan dinamika pasar.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Yanita Petriella
Editor : Thomas Mola
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper