Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bahlil Angkat Bicara soal Djarum dan Wings Group Tak Gabung Konsorsium Aguan di IKN

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, buka suara soal lenyapnya Djarum Group dan Wings Group dalam daftar anggota Konsorsium Nusantara yang dipimpin Aguan.
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia saat wawancara dengan Bisnis Indonesia di Jakarta, Selasa (25/10/2022). Bisnis/Himawan L Nugraha
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia saat wawancara dengan Bisnis Indonesia di Jakarta, Selasa (25/10/2022). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, buka suara soal Grup Djarum dan Wings Group di Konsorsium Nusantara yang diinisiasi oleh bos Agung Sedayu Grou yakni Sugianto Kusuma alias Aguan.

Dalam keterangannya, Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa Djarum dan Wings memang bukanlah bagian dari konsorsium yang diinisiasi oleh Aguan.

"Wings dan Djarum itu tidak merupakan konsorsium yang dilakukan oleh Agung Sedayu, tapi dia akan melakukan investasi setelah tahap pertama selesai. Jadi itu siapa sih yang ngomong kok sok tahu banget?," jelas Bahlil kepada awak media, Selasa (9/1/2024).

Bahlil mengaku, sejak awal menangani proses penanaman modal investasi yang disuntik oleh Konsorsium Nusantara di IKN, nama Djarum dan Wings Group dilaporkan memang tidak tercantum.

Meski tidak tergabung dalam konsorsium Aguan tersebut, Bahlil menyebut kedua perusahaan jumbo milik Robert Budi Hartono dan William Katuari tetap akan berinvestasi di IKN.

"Oh iya [akan investasi], waktu itu dalam pembicaraan iya. Tapi, karena saya itu kalau di Kementerian Investasi saya akan ngomong yang sudah tereksekusi, kalau masih akan itu potensi," pungkasnya.

Sementara itu, sebelumnya mengacu pada dokumen yang dibagikan oleh Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) per 19 September 2023, disebutkan bahwa Konsorsium Agung Sedayu Group (ASG) yang membangun proyek mixed use di IKN yang terdiri dari hotel, mall dan perkantoran diikuti oleh 10 perusahaan kelas kakap RI, termasuk Djarum dan Wing.

Daftar anggota konsorsium saat itu terdiri dari Agung Sedayu Group, Salim Group, Sinarmas, Pulauintan, Djarum, Wings Group, Adaro, Barito Pacific, Mulia Group, hingga Astra Group.

Namun, dalam laporan terbaru per 29 Desember 2023, nama Djarum dan Wings Group tidak lagi tercantum dalam keanggotaan Konsorsium Nusantara. Posisinya justru digantikan oleh Kawan Lama Group dan Alfamart. 

Saat dikonfirmasi, Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Agung Wicaksono, mengaku pihaknya tidak tahu menahu soal hal tersebut. Mengingat, informasi itu menjadi kewenangan internal para investor. 

"Mengenai konsorsium Nusantara [apakah Grup Djarum dan Wings Group mundur?], itu menjadi hal internal dari para investor," kata Agung kepada Bisnis, Kamis (4/1/2023). 

Kendati demikian, Agung memastikan bahwa mundurnya dua investor jumbo dari Konsorsium Nusantara diklaim tidak berpengaruh pada nilai investasi yang akan disuntik oleh konsorsium tersebut. 

Berikut daftar perusahaan yang tergabung dalam Konsorsium Nusantara:

- Versi paparan OIKN di Banggar DPR:

1. Agung Sedayu Group (Sugianto Kusuma)

2. Salim Group (Anthony Salim)

3. Sinarmas (Franky WIjaya)

4. Pulauintan (Pui Sudarto)

5. Adaro (TP Rahmat/Boy Tohir)

6. Barito Pacific (Prajogo Pangestu)

7. Astra Group (Soeryadjaya)

8. Mulia Group (Eka Tjandranegara)

9. Djarum Group (Keluarga Hartono)

10. Wings Group (Wiliam Katuari)

- Versi Paparan Terbaru OIKN

1. Agung Sedayu Group (Sugianto Kusuma)

2. Salim Group (Anthony Salim)

3. Sinarmas (Franky WIjaya)

4. Pulauintan (Pui Sudarto)

5. Adaro (TP Rahmat/Boy Tohir)

6. Barito Pacific (Prajogo Pangestu)

7. Astra Group (Soeryadjaya)

8. Mulia Group (Eka Tjandranegara)

9. Kawan Lama Group (Kuncoro Wibowo)

10. Alfamart Group (Djoko Susanto)


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper