Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Prediksi Nasib Ekonomi Jakarta setelah Ibu Kota Pindah ke IKN

Perpindahan Ibu Kota ke Kalimantan Timur akan memberikan dampak terhadap PDB riil Jakarta.
Pemandangan gedung bertingkat di Jakarta. Bisnis/Arief Hermawan P
Pemandangan gedung bertingkat di Jakarta. Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – DKI Jakarta yang akan berganti status menjadi Daerah Khusus Jakarta (DKJ) usai ibu kota pindah ke Kalimantan Timur, diperkirakan akan memberikan dampak negatif terhadap ekonomi wilayah ini. 

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Univeristas Indonesia (UI) Djoni Hartono dari hasil risetnya, menyampaikan bahwa hampir semua sektor ekonomi akan terdampak dari perpindahan ke Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. 

Secara agregat dengan model keseimbangan umum antarwilayah, Djoni menemukan bahwa perpindahan ini akan memberikan dampak positif secara nasional. 

Setidaknya akan ada penambahan 0,29% produk domestik bruto (PDB) riil secara nasional dan penyerapan tenaga kerja yang meningkat 0,3%.

Kabar kurang menyenangkan justru perpindahan ini akan memberikan dampak terhadap PDB riil Jakarta. 

“PDB riil-nya turun 7,07% terhadap business as usual, bukan growth-nya jadi minus 7, tapi ini melambat, dan penyerapan tenaga kerjanya berkurang 5,31%,” paparnya dalam Seminar Outlook Jakarta 2024 di Gedung Heritage Kantor Perwakilan BI Jakarta, Rabu (6/12/2023).  

Melihat dari sisi sektoral, perpindahan ibu kota akan menghasilkan output paling besar kepada pemerintahan secara umum hingga minus 81,76%. Sementara perdagangan dan konstruksi masing-masing akan terdampak secara persentase sebesar 1,28% dan 8,25%. 

Menurut Djoni, pemerintah perlu mempertimbangkan dampak dari perpindahan ibu kota terhadap sektor-sektor yang seharusnya dipulihkan dari pandemi Covid-19. 

“Sebelum dia pulih, ada tantangan baru ke depan yang perlu diantisipasi oleh Pemprov DKI,” lanjutnya.  

Menjadi kekhawatiran, karena Jakarta menjadi kota yang penting bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. 

Pada 2022, kontribusi ekonomi produk domestik regional bruto (PDRB) Jakarta beserta aglomerasi (Jabodetabek) terhadap ekonomi nasional mencapai Rp4.504,26 triliun atau 22,99%. 

Outlook Ekonomi Jakarta 2024 

Sebelumnya, Jakarta sempat mengalami resesi selama empat kuartal berturut-turut mulai dari kuartal II/2020 hingga kuartal I/2021. Per kuartal III/2023, ekonomi Jakarta sebesar 4,93%. 

Kepala Perwakilan BI DKI Jakarta Arlyana Abubakar memproyeksikan ekonomi Jakarta pada tahun pemilu dan di mana ibu kota akan mulai pindah ke IKN, akan tetap melaju ke atas 5%.

Optimisme tersebut sejalan dengan survei konsumen dan penjualan eceran yang masih positif secara nasional. Di mana Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Oktober 2023 sebesar 124,3. 

Sementara Indeks Penjualan Riil (IPR) diperkirakan akan terus meningkat, per Oktober 2023 sebesar 206,3, atau secara tahunan tumbuh 1,8% (year-on-year/yoy).

“Pada 2024 kami optimis bahwa perekonomian Jakarta masih akan tumbuh kuat pada kisaran 4,8%-5,6%,” jelasnya. 

Sama halnya dengan kondisi ekonomi nasional, perbaikan ekonomi Jakarta untuk 2024 ini masih akan didorong oleh kinerja konsumsi rumah tangga. Arlyana menilai bahwa hal ini sejalan dengan peningkatan daya beli dan aktivitas ekonomi di Jakarta.

Selain itu, aktivitas perekonomian juga didorong oleh banyaknya penyelenggaraan kegiatan meetings, incentive, conventions, dan exhibition (MICE), serta acara berskala besar.

Kepala Ekonom PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI) Andry Asmoro melihat ke depannya, sektor perdagangan, informasi dan komunikasi, transportasi, jasa keuangan, dan jasa perusahaan menjadi potensial untuk dikembangkan. 

“Saya mencatat data dari perbankan itu kredit untuk UMKM 88% terkonsentrasi di top 5, kalau kita bisa manage sektor perdagangan, konstruksi, makanan minuman, sebenarnya kredit UMKM tumbuhnya sudah bisa dijaga. Kalau kita nggak bisa manage, pertumbuhannya akan slowing down,” ungkapnya.   


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper