Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Benarkah Ada WNA Singapura di Balik Bentrokan Pulau Rempang? Ini Faktanya

Pemerintah menemukan sejumlah fakta bahwa ada keterlibatan warga negara asing (WNA) asal Singapura dalam bentrokan di Pulau Rempang beberapa waktu lalu.
Sejumlah warga yang tergabung dalam Forum Komunikasi Umat Islam Bersatu (FKUIB) melakukani aksi solidaritas bela Rempang di Tugu Kujang, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (24/9/2023). Dalam aksinya tersebut mereka mendesak pemerintah untuk menghentikan proyek Rempang Eco-City dan mengutuk tindakan represif, intimidasi, dan kekerasan yang dilakukan aparat terhadap masyarakat Pulau Rempang dan Galang. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/nz
Sejumlah warga yang tergabung dalam Forum Komunikasi Umat Islam Bersatu (FKUIB) melakukani aksi solidaritas bela Rempang di Tugu Kujang, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (24/9/2023). Dalam aksinya tersebut mereka mendesak pemerintah untuk menghentikan proyek Rempang Eco-City dan mengutuk tindakan represif, intimidasi, dan kekerasan yang dilakukan aparat terhadap masyarakat Pulau Rempang dan Galang. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/nz

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah telah menemukan sejumlah fakta bahwa ada keterlibatan warga negara asing (WNA) asal Singapura dalam tragedi bentrokan di Pulau Rempang, Kepulauan Riau beberapa waktu lalu.

Tenaga Ahli Menteri Investasi/Kepala Badan Korrdinasi Penanaman Modal (BKPM), Rizal Calvary mengaku pihaknya menemukan fakta keterlibatan itu.

Beberapa fakta itu antara lain demo yang terjadi di Pulau Rempang, dilakukan secara sistematis dan terukur, tidak seperti demo pada umumnya di Indonesia.

"Ada juga poster dan pamflet provokatif yang masih bersih dan terlihat baru dibuat. Ini tidak mungkin warga Rempang punya kemampuan seperti itu," tuturnya kepada Bisnis di Jakarta, Kamis (12/10/2023).

Selain itu, menurutnya, beberapa WNA Singapura tersebut juga sudah ada yang memiliki kebun dan tanah di wilayah Pulau Rempang. Dia menyebut bahwa WNA Singapura itu sudah mulai masuk ke Pulau Rempang dan memakai lahan sejak tahun 2004 sampai saat ini.

"Kalau saya Kepala Daerah di sana, pasti mereka akan saya gusur, karena lahan itu punya negara, tetapi mereka main masuk begitu saja," katanya.

Dia mengimbau kepada masyarakat Indonesia yang ada di Pulau Rempang agar tidak mudah terprovokasi oleh WNA Singapura itu mengingat warga asing tersebut memiliki niat terselubung dan jahat.

"Saya bicara begini karena saya punya data dari intelijen. Jadi masyarakat harus berhati-hati dan tegas karena kita negara yang berdaulat," ujarnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper