Presiden ECB Sita HP Dewan Gubernur, Gara-Gara Bocorkan Data Penting!

Presiden ECB menyita telepon genggam dan menegur anggota Dewan Gubernur lantaran membocorkan informasi penting menjelang keputusan.
Christine Lagarde, Presiden European Central Bank (ECB), dalam konferensi pers di Frankfurt, Germany, Kamis (16/12/2021)/ Bloomberg-Andreas Arnold
Christine Lagarde, Presiden European Central Bank (ECB), dalam konferensi pers di Frankfurt, Germany, Kamis (16/12/2021)/ Bloomberg-Andreas Arnold

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Bank sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde menyita telepon genggam dan menegur para anggota Dewan Gubernur lantaran membocorkan informasi penting menjelang keputusan kebijakan. 

Mengutip Reuters, Senin (18/9/2023) langkah ini dinilai sebagai langkah yang belum pernah terjadi dan merupakan langkah yang paling berani dari Lagarde untuk menghentikan kebocoran informasi dari Dewan Pemerintahan. Isu ini juga telah mengganggu kepresidenannya dan pendahulunya, yakni Mario Draghi.

Sebanyak 26 anggota Dewan Gubernur diperintahkan untuk menyerahkan telepon genggam mereka pada Rabu (13/9) yakni pada hari pertama pertemuan. 

Menurut sumber, hal ini dikarenakan para pembuat kebijakan akan memilih Claudia Buch sebagai pengawas perbankan tertinggi ECB.

Kemudian, telepon genggam dikembalikan setelah nominasi Buch sebagai ketua Dewan Pengawas Tunggal, yang mengawasi lebih dari seratus pemberi pinjaman terbesar di zona euro, telah diumumkan. 

Langkah tersebut kemudian diambil, karena pilihan pada 2018 untuk ketua saat ini, Andrea Enria, muncul di media sebelum rilis resmi. 

Juru bicara sang bank sentral Eropa tersebut juga menolak untuk berkomentar. 

Dapat diketahui bahwa langkah ini muncul sehari setelah Reuters melaporkan bahwa ECB akan menaikkan proyeksi inflasi utama, yang membuka jalan untuk kenaikan suku bunga. 

Kemudian, ECB pada Kamis (14/9) melaporkan kenaikan suku bunga pinjaman masing-masih sebesar 25 bps. Suku bunga September 2023 naik menjadi 4,50 persen dan suku bunga simpanan menjadi 4 persen. Keduanya di atas proyeksi analis yang memperkirakan bank sentral akan menahan suku bunganya. 

Mengutip Bloomberg, Jumat (15/9/2023) keputusan untuk menaikan suku bunga deposito 4 persen dilakukan dengan harapan samar-samar untuk membawa indeks harga konsumen (IHK) di bawah 2 persen pada akhir proyeksi ECB pada 2025. 

Lagarde juga mengakui bahwa dalam jangka pendek pertumbuhan akan sangat lamban dan perekonomian mungkin berada di ambang penyusutan. Dia juga menuturkan bahwa kini adalah masa-masa yang sulit dan bersikeras bahwa prospek penurunan suku bunga tidak terucap dari mulut para pejabat. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper