Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Peternak Khawatir Harga Jagung Pakan Makin Menggila, Bapanas Ogah Impor

Peternak ayam petelur khawatir mengalami kerugian akibat naiknya biaya produksi yang disebabkan oleh tingginya harga jagung.
Petani merontokkan jagung untuk bahan baku pakan ternak di daerah Wanaraja Kabupaten Garut, Jawa Barat./JIBI-Rachman
Petani merontokkan jagung untuk bahan baku pakan ternak di daerah Wanaraja Kabupaten Garut, Jawa Barat./JIBI-Rachman

Bisnis.com, JAKARTA - Peternak ayam petelur mengeluhkan harga jagung untuk pakan yang masih terlampau tinggi jauh di atas harga acuan pembelian (HAP) yang ditetapkan pemerintah.

Wakil Sekretaris Jenderal Perhimpunan Insan Perunggasan (Pinsar) Samhadi menyebut, harga jagung pakan di peternak saat ini pada kisaran Rp5.600-Rp6.000 per kilogram (kg). Padahal, berdasarkan Peraturan Badan Pangan Nasional (Perbadan) Nomor 5 Tahun 2022, HAP jagung pipil kering untuk pakan di tingkat konsumen ditetapkan sebesar Rp5.000 per kg.

"Padahal lagi banyak panen [jagung], harusnya harga di Rp4.500-Rp5.000 per kilogram," ujar Samhadi kepada Bisnis, Jumat (30/6/2023).

Samhadi mengaku bahwa Pinsar telah menyampaikan kekhawatiran peternak ihwal masalah pasokan dan harga jagung kepada Badan Pangan Nasional (Bapanas). Para peternak memproyeksikan bakal ada kelangkaan jagung pada akhir tahun imbas dari fenomena El Nino.

Peternak pun memprediksi harga jagung akan menyentuh Rp7.000 per kilogram pada akhir tahun ini. Prediksi harga jagung tersebut dikhawatirkan akan mengerek biaya produksi para peternak lebih tinggi.

"Ditakutkan seperti itu, otomatis HPP akan naik lebih tinggi dan itu peternak berisiko mengalami kerugian," tutur Samhadi.

Kendati masalah jagung menjadi momok bagi peternak, Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi mengaku ogah mendatangkan jagung impor untuk pakan ke dalam negeri.

Di sisi lain, Arief tak menampik adanya kenaikan harga jagung pakan melampaui HAP. Arief yang merupakan mantan Dirut Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) itu pun membeberkan saat ini harga jagung pakan sudah naik di atas Rp6.000 per kg.

Adapun, sebagai upaya stabilisasi harga, Badan Pangan Nasional mengeklaim terus melakukan distribusi jagung dari sentra produksi ke wilayah yang membutuhkan. Sebagai contoh, mendistribusikan jagung dari Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) ke Kendal, Jawa Tengah dan Blitar, Jawa Timur.

"Kita bertahan tidak impor jagung pakan untuk menjaga harga baik di tingkat petani," kata Arief kepada Bisnis, Jumat (30/6/2023).

Menyitir data Panel Harga Pangan Nasional per 30 Juni 2023, rata-rata harga jagung pakan di tingkat peternak sebesar Rp6.280 per kilogram atau turun 0,94 persen dibandingkan harga pada 1 Juni 2023 sebesar Rp6.340 per kilogram. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper