Garap Segmen Social Commerce, Begini Strategi Ninja Xpress

Perusahaan logistik Ninja Xpress menilai prospek sektor e-commerce terhadap bisnis logistik dan pengiriman masih positif ke depannya
Chief of Strategy Officer Ninja Xpress, Stephen Roy (kiri) dan SVP of Business Process Excellence and Standardization Ninja Xpress Rista Damonty dalam Media Group Discussion di Kantor Ninja Xpress, Jakarta, Rabu (17/5/2023)./ Dok. Ninja Xpress
Chief of Strategy Officer Ninja Xpress, Stephen Roy (kiri) dan SVP of Business Process Excellence and Standardization Ninja Xpress Rista Damonty dalam Media Group Discussion di Kantor Ninja Xpress, Jakarta, Rabu (17/5/2023)./ Dok. Ninja Xpress

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan logistik Ninja Xpress akan terus mengembangkan segmen social commerce seiring dengan potensi besar di bidang ini dan jangkauannya yang luas.

Chief of Strategy Officer Ninja Xpress Stephen Roy memaparkan, prospek sektor e-commerce terhadap bisnis logistik dan pengiriman masih positif ke depannya. Hal ini seiring dengan berlanjutnya perkembangan teknologi yang akan turut mengubah pola konsumsi masyarakat.

Salah satu segmen potensial yang tengah dikembangkan perusahaan adalah social commerce, atau layanan jual beli produk melalui media sosial, seperti Facebook, TikTok, dan lainnya. Menurut Roy, potensi perkembangan segmen bisnis ini sangat positif mengingat jangkauan pasarnya yang tidak terbatas pada kota-kota besar saja.

Roy menuturkan, segmen social commerce dapat membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam mendapatkan eksposur lebih luas untuk produk-produknya. Hal tersebut juga diharapkan dapat membantu UMKM tersebut naik kelas.

Dia mencontohkan, pada platform TikTok para penjual kini dapat menawarkan produk-produknya melalui live streaming atau kerap disebut live selling. Di sisi lain, para calon pembeli juga dapat menyaksikan penjualan tersebut sebelum memutuskan untuk membeli sebuah produk.

“Dari tayangan live TikTok itu siapapun bisa ikut menonton dan nantinya membeli barang tersebut. Ini sangat potensial di wilayah-wilayah yang tadinya belum mengetahui soal live selling, dengan live saja nanti sudah banyak yang menjual dan berbelanja,” jelasnya, dikutip Jumat (19/5/2023).

Adapun, untuk mengembangkan segmen ini, Ninja Xpress fokus menawarkan nilai tambah layanan kepada para penjual melalui creative business solutions

Roy memaparkan, pihaknya memberikan edukasi kepada para mitra penjual terkait seluk-beluk live selling seperti cara live streaming yang tepat untuk mendapatkan eksposur maksimal. Ninja Xpress juga mengarahkan para mitranya agar mampu beradaptasi terhadap perubahan kondisi pasar dengan optimal.

Lebih lanjut, Ninja Xpress juga menyediakan studio khusus yang dapat digunakan mitra penjual untuk melakukan livestreaming dan mendokumentasikan produk-produknya. Dia menuturkan, layanan tersebut diberikan secara gratis dengan syarat para penjual menggunakan Ninja Xpress untuk mengirimkan produk-produknya ke konsumen.

“Kami juga bermitra dengan beberapa partner yang berada dalam ekosistem TikTok itu sendiri agar tercipta value added untuk para mitra penjual,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper