Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Investasi Properti di RI Tembus Rp27,8 triliun, Tertinggi Keempat!

Berdasarkan data BKPM, sektor properti berkontribusi sebesar Rp27,9 triliun dari total investasi pada kuartal I/2023. Berikut ini detail datanya.
Foto udara komplek perumahan di kawasan Gading Serpong, Kelapa Dua, Tangerang, Banten, Jumat (11/6/2021). Bisnis/Abdullah Azzam
Foto udara komplek perumahan di kawasan Gading Serpong, Kelapa Dua, Tangerang, Banten, Jumat (11/6/2021). Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Properti menjadi salah satu sektor yang memberikan sumbangsih tertinggi terhadap realisasi investasi di Indonesia pada kuartal I/2023. Dalam hal ini, investasi properti mencakup perumahan, kawasan industri dan perkantoran. 

Sebagaimana diketahui, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan realisasi investasi pada kuartal I/2023 mencapai Rp328,9 triliun atau naik 16,5 persen dari periode yang sama tahun 2022. 

Adapun, sektor properti berkontribusi sebesar Rp27,9 triliun lebih tinggi dari capaian realisasi pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp17,5 triliun.

Jumlah realisasi tersebut terakumulasi dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp19,5 triliun atau 12,8 persen dan sisanya Penanaman Modal Asing (PMA). 

Properti menduduki peringkat kedua tertinggi realisasi investasi PMDN, sedangkan posisi pertama diraih oleh sektor pertambangan sebesar Rp19,8 triliun. 

Berdasarkan data Realisasi Investasi Triwulan I/2023 yang dikeluarkan oleh Kementerian Investasi/BKPM, angka capaian sektor properti menempati posisi keempat realisasi tertinggi periode ini.

Pada peringkat pertama ditempati oleh sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatan dengan capaian sebesar Rp46,7 triliun. 

Kemudian, disusul oleh sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi dengan kontribusi sebanyak Rp36,1 triliun dan ketiga sektor pertambangan senilai Rp33,5 triliun. 

Meski realisasi investasi sektor properti masih di bawah ketiga sektor tersebut, tapi nilai kontribusinya masih lebih tinggi dibandingkan dengan sektor industri kimia dan farmasi yang menyumbang Rp22,5 triliun. 

Sebagai informasi, secara keseluruhan realisasi investasi periode ini telah mencapai 23,5 persen dari target 2023 sebesar Rp1.400 triliun. 

Di sisi lain, sepanjang tahun 2022, realisasi investasi sektor properti yang mencakup perumahan, kawasan industri, dan perkantoran pada tahun 2022 mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2021. 

Data Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), sektor properti menempati peringkat keempat dari lima sektor yang berkontribusi besar terhadap realisasi investasi di Indonesia dengan capaian nilai investasi sebesar Rp109,4 triliun. 

Angka tersebut mengalami penurunan jika dibandingkan dengan taun 2021 yang realisasi investasi propertinya mencapai Rp117,4 triliun dan menempati peringkat kedua. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper