Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jauh Sebelum Krisis Perbankan, Regulator AS Pernah Ungkap Risiko Simpanan yang Tak Dijamin

Regulator perbankan utama AS mengkhawatirkan bahaya yang muncul dari bank regional besar terhadap stabilitas keuangan.
Pelanggan mengantre di luar cabang Silicon Valley Bank di Wellesley, Massachusetts, AS, 13 Maret 2023. REUTERS/Brian Snyder TPX IMAGES OF THE DAY
Pelanggan mengantre di luar cabang Silicon Valley Bank di Wellesley, Massachusetts, AS, 13 Maret 2023. REUTERS/Brian Snyder TPX IMAGES OF THE DAY

Bisnis.com, JAKARTA -  Empat bulan sebelum kegagalan bank terbesar kedua dalam sejarah Amerika Serikat (AS), para regulator perbankan utama pernah mengungkapkan kekhawatiran mengenai risiko yang dihadapi bank-bank regional besar di Negeri Paman Sam tersebut.

Dikutip dari Reuters pada Jumat (28/4/2023), pejabat dari Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) memberi tahu panel penasihat perbankan mengenai kegagalan bank pada bulan November bahwa bagian-bagian besar saldo deposito bank regional tidak diasuransikan, dan memperingatkan mengenai efek berantai bagi bank lainnya. 

Ketua FDIC Martin Gruenberg dalam pertemuan tersebut mengatakan bahwa setelah krisis keuangan tahun 2008 regulator fokus dalam membuat bank-bank terbesar yang dianggap sebagai bank sistemik penting global (G-SIBs) menjadi aman.

Gruenberg kemudian menjelaskan bahwa pejabat belum melakukan hal yang sama untuk bank-bank regional. Beberapa di antaranya telah tumbuh dengan ukuran dan kompleksitas yang signifikan.

"Kita tersadar dan menyadari bahwa kegagalan salah satu institusi perbankan besar ini benar-benar bisa menjadi tantangan besar dengan implikasi stabilitas keuangan," kata Gruenberg dalam pertemuan November lalu.

Salah satu anggota panel Komite Penyelesaian Sistemik (SRAC) Timothy Mayopoulos, yang dalam beberapa bulan kemudian menjadi CEO Silicon Valley Bank mengajukan pertanyaan kepada regulator tentang penanganan proporsi tinggi simpanan yang tidak diasuransikan di bank-bank regional.

FDIC kemudian tidak memberikan tanggapan pada hari Kamis terkait permintaan komentar tentang pertemuan tersebut. 

Regulator perbankan telah dikritik sejak Maret karena gagal mencegah krisis yang dipicu oleh kebangkrutan Silicon Valley Bank, di mana sebagian besar basis simpanannya tidak diasuransikan. 

Federal Reserve (The Fed) dan FDIC diperkirakan akan merilis laporan pada hari Jumat, mengenai pengawasan mereka terhadap Silicon Valley dan Signature Bank. 

Namun,  pertemuan bulan November menunjukkan bahwa pejabat FDIC sangat sadar akan tantangan yang dapat mereka hadapi dalam menangani kegagalan bank regional. Tetapi masalah utama masih belum terpecahkan, menjelang kegagalan bulan Maret. 

Sebulan sebelum pertemuan tersebut, diketahui bahwa The Fed dan FDIC meminta komentar publik terlebih dahulu mengenai proposal masa depan yang akan memperluas perlindungan, yang sama dengan saat ini diperlukan oleh bank-bank sistemik global kepada bank-bank regional besar.

Pertemuan tersebut juga merupakan pertemuan pertama, sejak pembentukan panel lebih dari dekade untuk mempertimbangkan tanggapan kebijakan terhadap  kegagalan di tingkat menengah lembaga keuangan besar.

Margaret Tahyar, anggota komite penasihat dan co-head lembaga keuangan di firma hukum Davis Polk & Wardwell, mengatakan bahwa setiap krisis perbankan cukup berbeda. Perencanaan penyelesaian selalu harus menghadapi pertanyaan yang belum terjawab. 

"Fokus FDIC pada bank-bank regional besar dalam SRAC terakhir sekarang terlihat seperti ramalan yang tepat dalam retrospeksi," ucapnya mengutip dari pemberitaan Reuters (28/4/2023). 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper