Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

The Fed Bisa Lebih Hawkish Jika Dua Data Ekonomi Ini di Atas Perkiraan

The Fed menantikan data nonfarm payroll dan inflasi Februari sebelum memutuskan kenaikan suku bunga acuan pada 22-23 Maret mendatang.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 03 Maret 2023  |  06:30 WIB
The Fed Bisa Lebih Hawkish Jika Dua Data Ekonomi Ini di Atas Perkiraan
Logo Federal Reserve Marriner S. Eccles di Washington, D.C., AS, Selasa (23/8/2022). Bloomberg - Graeme Sloan

Bisnis.com, JAKARTA – Anggota Dewan Gubernur Federal Reserve Christopher Waller mengatakan akan mendukung kenaikan suku bunga acuan lebih dari perkiraan jika data ekonomi terbaru terus berada di atas perkiraan.

Dalam teks sambutan yang disiapkan untuk acara yang digelar Mid-Size Bank Coalition of America, Waller mengatakan bahwa jika data payroll dan inflasi melandai setelah data-data tersebut menunjukkan peningkatan di bulan Januari, ia akan mendukung kenaikan kisaran target suku bunga beberapa kali lagi ke tingkat terminal yang diproyeksikan antara 5,1 persen dan 5,4 persen.

"Di sisi lain, jika laporan-laporan data tersebut berada di atas perkiraan, kisaran target suku bunga harus dinaikkan lebih banyak lagi untuk memastikan bahwa kita tidak kehilangan momentum yang sudah ada sebelum data untuk bulan Januari dirilis," kata Waller dalam teks sambutannya seperti dilansir Bloomberg, Jumat (3/3/2023).

Adapun Waller tidak menyampaikan pidato sambutan secara langsung setelah acara Mid-Size Bank Coalition of America dibatalkan karena seorang peserta menampilkan konten video porno dalam telekonferensi Zoom.

Direktur Eksekutif Mid-Size Bank Coalition of America Brent Tjarks mengatakan bahwa program virtual tersebut merupakan korban dari pembajakan aplikasi telekonferensi Zoom yang mereka gunakan.

"Kami bekerja sama dengan Zoom dan dukungan teknologi informasi untuk memastikan insiden yang sangat disesalkan ini tidak akan terjadi lagi," katanya seperti dilansir Bloomberg. Setelah merilis naskah pidato Waller, The Fed menyatakan bahwa ada masalah teknis dengan acara virtual Gubernur Waller dan acara tersebut telah dibatalkan.

Komentar Waller ini mengikuti komentar sebelumnya dari Presiden the Fed Atlanta Raphael Bostic, yang mengatakan bahwa ia masih mendukung kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin di bulan Maret namun terbuka untuk menaikkan suku bunga lebih tinggi dari yang diperkirakan sebelumnya jika data yang dirilis terus membaik.

Para pejabat selanjutnya akan bertemu pada 21-22 Maret mendatang. Sebelum pertemuan tersebut, mereka akan menantikan sejumlah data ekonomi terbaru, termasuk nonfarm payroll dan inflasi.

Adapun data terakhir yang dirilis Januari sangat kuat. Nonfarm payroll tercatat naik 517.000 pekerja, sedangkan inflasi tetap berada di atas target 2 persen.

Waller mengatakan bahwa data payroll, bersama dengan penurunan tingkat pengangguran di bulan Januari menjadi 3,4 persen, menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja justru mengetat, alih-alih melonggar.

Para pejabat the Fed kini tengah mendiskusikan pandangan mereka yang terus berkembang mengenai kemungkinan mempertahankan suku bunga lebih tinggi lebih lama daripada perkirakan terakhir mereka di bulan Desember 2022.

Perkiraan itu menunjukkan pemangkasan suku bunga acuan pada akhir 2024. Para pejabat akan memperbarui perkiraan triwulanan mereka akhir bulan ini.

Ketua Dewan Gubernur The Fed Jerome Powell akan memiliki kesempatan untuk memperbarui prospek suku bunga kepada Kongres AS di Capitol Hill pekan depan. Ia akan tampil di hadapan Komite Perbankan Senat pada hari Selasa (7/3) dan Komite Jasa Keuangan DPR pada hari Rabu (8/3).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kebijakan The Fed the fed federal reserve inflasi as
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    back to top To top