Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ada Proyek MRT Cikarang-Balaraja, Begini Prospek Properti di Koridor Timur Jakarta

Pembangunan MRT Cikarang-Balaraja diproyeksi dapat mendongrak nilai properti di sekitar proyek tersebut.
Ilustrasi investasi di sektor properti/Freepik
Ilustrasi investasi di sektor properti/Freepik

Bisnis.com, JAKARTA - Sektor properti disebut akan semakin cerah di koridor timur dan barat Jakarta, seiring dengan rencana pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) koridor Timur-Barat (MRT East-West) Cikarang-Jakarta-Balaraja fase satu pada 2025 mendatang. 

Pengamat Properti Anton Sitorus mengatakan, kehadiran infrastruktur baru di suatu wilayah dipastikan dapat mendongrak nilai properti di sekitar proyek tersebut. Namun, dampaknya tidak akan terlihat secara langsung. 

"Iya [permintaan akan naik], tapi itu jangka panjang, tidak instan langsung naik. Pembangunan infrastruktur seperti tol, transportasi kereta, itu akan berdampak bertahap untuk jangka panjang," kata Anton kepada Bisnis, Selasa (21/2/2023). 

Beda halnya jika akses gerbang tol baru yang dibuka, dampak akan peningkatan permintaan dan harga properti akan lebih cepat terlihat. Sebab, akses tersebut dapat langsung digunakan oleh pengguna jalan. 

Di samping itu, dia menilai koridor timur Jakarta memang terlihat semakin menarik dengan banyaknya infrastruktur jalan, misalnya Tol Layang Jakarta-Cikampek Elevated atau Jalan Layang Sheikh Mohammed Bin Zayed.

"Sekarang pun saya sudah melihat bahwa pertumbuhan permintaan di sana tumbuh secara positif, artinya sudah mulai terjadi pertumbuhan permintaan," jelasnya. 

Adapun, koridor timur Jakarta juga memiliki infrastruktur lainnya, seperti Tol Becakayu, Tol Sunter-Pulo Gebang, Tol Cikampek Selatan/Tol Cikampel II, Tol Jakarta Outer Ring Road/JORR II, kereta api double-double track (Manggarai-Cikarang), Pelabuhan Patimban, Bandar Udara Kertajati.

Selain itu, proyek yang akan hadir, misalnya Light Rapid Transit (LRT) Cawang-Bekasi-Cikarang, Kereta Cepat Jakarta - Bandung, hingga MRT Cikarang-Balaraja. Dengan masifnya pembangunan tersebut, Anton melihat ada peningkatan nilai properti dalam beberapa tahun terakhir. 

"Perkiraan saya, dalam 3 tahun terakhir ini kenaikan harga dikisaran 5-15 persen ada per tahunnya," terangnya. 

Lebih lanjut, Anton menjelaskan, kehadiran proyek infrastruktur baru di koridor timur akan meningkatkan nilai investasi yang masuk. Terlebih, wilayah ini banyak diserap untuk lahan industrial oleh para pelaku usaha. 

"Itu akan membuat akhirnya jadi snowball effect yang didukung dengan kenyamanan transportasi. Pengembang akan mulai membangun rumah, membangun komersial sehingga perkembangan daerahnya semakin bagus," tandasnya. 

Anton memprediksi properti pergudangan modern akan menjadi subsektor paling dilirik untuk beberapa tahun ke depan. Hal tersebut akan diikuti oleh permintaan rumah tapak bagi pekerja kelas menengah dan apartemen service untuk para ekspatriat. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper