Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Menperin Klaim PMI Manufaktur Aman hingga 30 Bulan ke Depan

Menperin Agus Gumiwang optimistis PMI manufaktur akan aman hingga 30 bulan ke depan.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. /Kementerian Perindustrian
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. /Kementerian Perindustrian

Bisnis.com, JAKARTA - Purchasing manager's index (PMI) industri manufaktur akan disebut akan tetap ekspansif atau berada di atas level 50.0 hingga 30 bulan ke depan.

Hal ini diutarakan oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, menurutnya, PMI akan tetap ekspansif seiring dengan membaiknya kondisi geopolitik.

Bahkan, menurutnya, kondisi perekonomian akan lebih baik dari yang sebelumnya diproyeksikan oleh ahli ataupun lembaga-lembaga terkait.

“[Politik] global saya kira juga sudah akan ada perbaikan, nggak sejelek terhadap apa yang kita bayangkan, jadi saya cukup optimis dengan ekonomi global,” kata Agus kepada wartawan di Istana Merdeka, Selasa (21/2/2023).

Kondisi ini bahkan menurut Agus akan bertahan hingga 30 bulan ke depan. “Insya Allah, tercapai 30 bulan,” tutur Agus.

Lebih lanjut Agus menjelaskan salah satu faktor pendongkrak bertahannya level ekspansi PMI industri manufaktur ini adalah hilirisasi yang masih akan terus bergulir.

“Hilirisasi, penerapan struktur yang akan kita kejar, kemudian dalam pendalaman struktur itu kan bagian dari penguatan supply chain, bahan baku, dan sebagainya,” kata Agus.

Selain itu, menurut Agus salah satu pendongkrak ekspansifnya PMI industri manufaktur selama beberapa tahun ke depan adalah dengan upaya pihaknay yang akan mempermudah perusahaan untuk mendapatkan bahan baku, sehingga produksi tetap terjaga.

“Bagaimana industri bisa dengan mudah mendapatkan bahan baku, itu kan salah satu juga faktor yang menyebabkan confidence dari industri naik,” tambahnya.

Selain itu, Agus juga menyebut pihaknya akan mengusulkan pemanfaatan dana hasil ekspor agar bisa dimanfaatkan untuk percepatan pertumbuhan industri manufaktur.

Meskipun demikian, Agus menyebut, situasi geopolitik yang perlahan beranjak dari ketidakstabilan yang sebelumnya mendera, tidak serta merta membuat kondisi ekonomi global bebas dari pelemahan. 

“Ada pelemahan tapi pelemahannya nggak terlalu dalam seperti yang selama ini kita khawatirkan,” sambung Agus.

Sebelumnya S&P Global merilis purchasing manager’s index (PMI) manufaktur Indonesia pada Januari 2023 yang mengalami kenaikan tipis sebesar 0,4 poin menjadi 51,3. Sebelumnya, PMI manufaktur Indonesia pada Desember 2022 lalu berada di angka 50,9.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Widya Islamiati
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper