Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Boeing Bakal PHK 2.000 Karyawan Bagian Keuangan dan SDM

Boeing Co akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) 2.000 karyawan di divisi keuangan dan sumber daya manusia
Boeing 737-8. /Boeing
Boeing 737-8. /Boeing

Bisnis.com, JAKARTA - Produsen pesawat Boeing Co. akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) 2.000 staf, khususnya di divisi keuangan dan sumber daya manusia (SDM).

Dilansir dari Reuters pada Selasa (7/2/2023), bulan lalu, perusahaan yang berbasis di Arlington, Virginia ini mengumumkan akan mempekerjakan 10.000 karyawan pada 2023 setelah merekrut 15.000 orang pada pada 2022, meskipun ada beberapa posisi pendukung dipangkas.

Perusahaan asal Amerika Serikat (AS) ini mengkonfirmasi bahwa rencana PHK itu benar adanya. 

"Sekitar 2.000 pengurangan tahun ini terutama di bidang keuangan dan SDM, gabungan antara pengurangan karyawan dan pemutusan hubungan kerja (PHK)." jelas pihak Boeing.

Boeing juga mengonfirmasi bahwa mereka mengalihdayakan sekitar sepertiga dari pekerjaan-pekerjaan tersebut ke Tata Consulting Services di India.

Menyusul kabar PHK ini, saham Boeing ditutup naik 0,4 persen menjadi US$206,81 dan naik 0,5 persen setelah penutupan perdagangan reguler.

"Kami akan terus menyederhanakan struktur perusahaan kami, dengan mengurangi jumlah staf di beberapa fungsi pendukung," lanjut pihak perusahaan.

Menurut Boeing, keputusan untuk melakukan PHK ini memungkinkan perusahaan untuk menyelaraskan sumber daya dengan baik untuk mendukung produk dan pengembangan teknologi saat ini.

Meredanya wabah Covid-19 yang seharusnya menjadi awal kebangkitan industri penerbangan rupanya tak seluruhnya berjalan mulus. 

Rencana perekrutan besar-besaran yang dijanjikan sebelumnya untuk sedikit memberikan harapan bagi pengangguran turut diikuti oleh pemotongan lainnya.

CEO Boeing Dave Calhoun berharap hanya mempekerjakan orang-orang yang sudah siap di dibidangnya juga sesuai kebutuhan. 

"Ini semua tentang pelatihan dan pada akhirnya membuat mereka siap untuk melakukan pekerjaan canggih yang kami tuntut," tegas Dave.

Seperti diketahui, pada tahun 2022, Boeing juga mengatakan pihaknya berencana memangkas sekitar 150 pekerjaan keuangan di Amerika Serikat untuk menyederhanakan struktur perusahaan dan memfokuskan lebih banyak sumber daya ke dalam manufaktur dan pengembangan produk.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper