Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Viral Petani Buang Tomat ke Jurang Imbas Harga Anjlok, Ini Respons Kementan

Kementan merespons aksi petani membuang dua kotak kayu berisi tomat ke jurang lantaran harganya anjlok hingga Rp600 per kg.
Ilustrasi petani memanen tomat - Freepik.
Ilustrasi petani memanen tomat - Freepik.

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) merespons aksi petani membuang dua kotak kayu berisi tomat ke jurang lantaran harganya anjlok hingga Rp600 per kilogram.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Prihasto Setyanto, mengatakan pihaknya sudah mengirimkan tim untuk melakukan pengecekan di lapangan terkait aksi para petani tersebut.

“Saya sudah tunjuk ke lapangan buat cek, yang dibuang-buang kan nggak banyak. Kita lihat nanti seperti apa, situasi di lapangan seperti apa, jangan-jangan barang busuk. Kita nggak tau faktanya seperti apa,” kata Prihasto usai menghadiri rapat dengan pendapat (RDP) dengan Eselon I Kementerian Pertanian (Kementan) di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (24/1/2023).

Lebih lanjut dia menuturkan, Kementan bersama dengan pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pertanian sudah melakukan koordinasi untuk kemudian ditindaklanjuti bersama-sama, usai mendapat laporan terkait aksi sejumlah petani tersebut. Dia juga mengingatkan, bahwa tak semua hal dikerjakan oleh pemerintah pusat.

Sementara itu, dikutip dari Antara, Sabtu (21/1/2023) sejumlah petani di Pekon (Desa) Hanakau, Kecamatan Sukau Kabupaten Lampung Barat, membuang ratusan kilogram buah tomat hasil panen ke jurang.

Dalam rekaman vidio amatir yang diterima, terlihat dua orang petani membuang satu peti tomat ke jurang. Kemudian terlihat sejumlah peti berisi tomat matang lainnya yang berada di mobil pick up.

"Tomat murah enggak laku, lebih mahal kotaknya daripada buah tomat," ujar salah seorang petani yang ada dalam video tersebut.

Selanjutnya salah seorang petani tomat, Pudin, mengatakan, petani merasa kesal sebab saat ini harga tomat anjlok, hanya berkisar di harga Rp600 sampai Rp800 per kilogram.

"Pasarannya lagi sepi, peminatnya kurang, sedangkan yang panen banyak, sekarang harga hanya Rp800, enggak ketutupan sama modalnya," kata Pudin, saat diwawancarai di Sukau, Lampung Barat, Sabtu (21/1/2023).

Dia mengatakan, harga tomat saat ini sangat jatuh, karena harga standar tomat bulan lalu berkisar Rp4.000 per kilogram. Namun, saat ini yang terjadi harga tomat turun hingga harga Rp600 sampai Rp800 rupiah per kg.

Menurutnya, dalam sekali panen petani bisa menghasilkan 400 hingga 500 kotak tergantung luas lahan tanam. Dalam satu kotak tersebut, bisa mencapai 50 kg dan dengan masa tanam selama 80 hari.

Dia mengatakan, bahwa tomat yang telah dipanen akan dijual keluar daerah seperti ke Padang.

"Iya mas tahun-tahun yang lalu kami menjual tomat keluar daerah. Namun, sekarang dengan harga anjlok ini enggak bisa, enggak kebayaran ongkosnya," ujarnya.

Akibat harga tomat yang anjlok ini, para petani memilih beralih menanam jenis sayuran lain. Pudin berharap, agar pemerintah turun langsung menstabilkan harga tomat tersebut.

"Harapan kita tentu agar harga tomat bisa naik lagi, bisa stabil agar para petani juga tidak merasa terbebani dengan harga pasar seperti sekarang ini," ungkapnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Ni Luh Anggela
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper