Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bangun Smelter, Freeport Indonesia Optimistis Kinerja dan Kontribusi Meningkat

Freeport Indonesia memperkirakan keberadaan smelter minimal akan memangkas ongkos pemurnian yang sebesar 5 persen dari komponen harga tembaga.
Freeport Indonesia tengah membangun smelter kedua di Gresik, Jawa Timur. Fasilitas pemurnian ini memiliki kapasitas pengolahan hingga 1,7 juta ton konsentrat per tahun/Bisnis-Maria
Freeport Indonesia tengah membangun smelter kedua di Gresik, Jawa Timur. Fasilitas pemurnian ini memiliki kapasitas pengolahan hingga 1,7 juta ton konsentrat per tahun/Bisnis-Maria

Bisnis.com, GRESIK- PT Freeport Indonesia atau PTFI optimistis kehadiran smelter kedua di Gresik, Jawa Timur, bakal memberikan imbas positif bagi kinerja sekaligus kontribusi terhadap penerimaan negara.

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mengungkapkan keberadaan smelter akan meningkatkan efisiensi perusahaan tambang terbesar di Indonesia itu. Menurutnya, selama ini untuk ongkos pemurnian tembaga berkisar hingga 5 persen dari komponen harga.

Secara matematis, dengan kepemilikan smelter kedua di Gresik, Jawa Timur, PTFI tidak perlu lagi mengeluarkan biaya tersebut. “Sederhananya, kami tidak kena charge lagi, punya pengolahan sendiri sehingga minimal terdapat tambahan pendapatan 5 persen,” ujarnya pada kegiatan “Kunjungan Pimpinan Redaksi ke Smelter PTFI”, Jumat (13/1/2023).

Smelter Gresik inipun ditarget rampung secara fisik pada akhir tahun ini. Sewaktu smelter beroperasi penuh pada akhir 2024, Tony mengungkapkan seluruh hasil tambang PTFI di Papua bakal dimurnikan di dalam negeri.

“Ini adalah pesan dari Presiden Joko Widodo yang menginginkan investasi di hilir terus meningkat,” tambahnya.

Di sisi lain, PTFI berkomitmen meningkatkan terus kontribusinya terhadap Indonesia, baik melalui penyisihan dividen, kontribusi sosial, hingga secara keseluruhan bagi penerimaan negara. Setidaknya, dengan peningkatan kinerja yang ditopang efisiensi berkat kehadiran smelter serta peningkatan produksi, PTFI bisa mendongkrak dividen kepada MIND ID.

Pada tahun ini, singgung Tony, Freeport menargetkan produksi mencapai 1,6 miliar-1,7 miliar pound tembaga dan 1,8 juta ounce emas. Dengan asumsi harga US$4,25 per pound tembaga dan US$1.800 per ounce emas, PTFI mampu memberikan kontribusi bagi penerimaan negara secara total US$4 miliar dari peningkatan kinerja yang mencapai US$3,5 miliar.

Dari jumlah itu, PTFI telah memberikan dividen kepada induk MIND ID senilai US$1 miliar atau setara Rp14 triliun. "Tahun 2024 dengan asumsi harga yang tadi juga itu akan juga lebih dari US$1,5 miliar. Jadi kalau semua ditotal akan menjadi US$3,9 miliar atau hampir US$4 miliar dan itu jumlahnya sudah cukup untuk melunasi biaya akuisisi Freeport yang tahun 2018 sebesar US$3,8 miliar,” jelas Tony.

Lebih jauh, sejauh ini pembangunan smelter pun telah memberikan berbagai kontribusi positf. Tony menjamin selama proses pembangunan dan operasi smelter telah menyerap 11.000 pekerja, dan kumulatif bisa mencapai 40.000 orang.

“Hampir semuanya orang Indonesia, dan separuhnya berasal dari Jawa Timur [lokasi smelter],” tegasnya.

Pembangunan smelter PTFI di Gresik ini diperkirakan bakal menelan investasi sebesar US$3 miliar, setara Rp45 triliun. Di samping pemurnian tembaga yang bisa mengolah 1,7 juta ton konsentrat per tahun, fasilitas PTFI itupun dilengkapi pemurnian emas dan perak.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Kahfi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper