Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Dijanjikan Kementan 600.000 Ton Beras, Segini yang Sudah Diserap Bulog

Perum Bulog berhasil menambah stok beras yang berasal dari dalam negeri dalam sepekan ini.
Pekerja berada di gudang Bulog di Jakarta, Rabu (2/9/2020). Bisnis/Nurul Hidayat
Pekerja berada di gudang Bulog di Jakarta, Rabu (2/9/2020). Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Perum Bulog berhasil menambah stok beras sebesar 35.000 ton dalam sepekan ini. Pasokan tersebut berasal dari dalam negeri. 

Sekretaris Perusahaan Bulog Awaluddin Iqbal mengatakan, tambahan stok beras itu merupakan bagian dari komitmen Kementerian Pertanian (Kementan) yang akan memasok beras sebesar 600.000 ton saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPR RI, Rabu (23/11/2022).

“Alhamdulillah, sudah berhasil diserap 35.000 ton dalam seminggu terakhir,” ujar Awaluddin tanpa memerinci lebih lanjut, Rabu (30/11/2022).

Awaluddin menuturkan, update serapan beras dalam negeri oleh Bulog akan dirilis pada Jumat besok (2/12/2022).

Adapun, Kementan di hadapan Komisi IV DPR RI telah berkomitmen akan memasok beras kepada Bulog sebesar 600.000 ton dalam waktu 7 hari. Hal tersebut merupakan upaya memenuhi stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang ada di Bulog.

Per 25 November 2022, stok Bulog hanya sebesar 560.000 ton dan diperkirakan akan terus menipis menjadi 300.000 ton sampai akhir tahun seiring program operasi pasar. Padahal, idealnya stok CBP di Bulog adalah sebesar 1,2 juta ton sampai akhir tahun.

Direktur Bulog Budi Waseso atau Buwas mengungkapkan, jika Kementan tidak merealisasikan janjinya, mau tidak mau Bulog akan mengimpor beras sebesar 500.000 ton.

Sementara itu, Kementan menegaskan stok beras di beberapa wilayah masih sanggup untuk memenuhi kebutuhan beras gudang Bulog.

Koordinator Data Evaluasi dan Pelaporan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan (Ditjen TP) Kementerian Pertanian Batara Siagian mengatakan bahwa Dirjen Tanaman Pangan telah melayangkan surat resmi ke Dirut Bulog mengenai data beras berikut lokasinya secara terperinci.

“Hal ini tentu sebagai komitmen kami meyakinkan data BPS tidak ada keraguan sesungguhnya karena faktanya di lapangan beras ada. Namun, tentu dengan variasi harga tergantung lokasi,” jelas Batara dalam rilis resmi, Rabu (30/11/2022).

Batara berharap Bulog dapat segera menyerap beras tersebut dan tidak perlu melakukan importasi beras karena petani lokal masih sangat mampu memenuhi kebutuhan gudang Bulog.

“Dibandingkan produksi secara nasional, sebenarnya kebutuhan gudang cadangan beras Bulog sangat kecil. Tidak mungkin tidak dapat terpenuhi. Saat ini pun petani sedang berproduksi dan bulan Februari - Maret stok akan melimpah. Kami mohon masa panen raya bisa dimaksimalkan penyerapan,” lanjutnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper