Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Foxconn Tawarkan US$1.800 Biar Pekerja Tak Tinggalkan Pabrik Apple

Foxconn menawarkan bonus sebanyak US$1.800 kepada karyawannya agar tidak meninggalkan pabrik Apple.
Asahi Asry Larasati
Asahi Asry Larasati - Bisnis.com 28 November 2022  |  10:13 WIB
Foxconn Tawarkan US$1.800 Biar Pekerja Tak Tinggalkan Pabrik Apple
Para pengunjung melihat-lihat booth Foxconn di World Intelligence Congress di Tianjin, China, Mei 2018. - Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Mitra Apple Inc., Foxconn menawarkan bonus sebanyak US$1.800 kepada karyawannya yang tetap berada di fasilitas Zhengzhou, dengan harapan dapat mempertahankan tingkat staf yang dibutuhkan

Dilansir dari Bloomberg pada Senin (28/11/2022), pihak perusahaan juga akan menambah gaji sebanyak 13.000 yuan per bulan pada Desember-Januari untuk karyawan penuh waktu yang telah bergabung pada awal November atau sebelumnya.

Seperti diketahui, Foxconn yang dikenal sebagai Hon Hai Precision Industry Co., pekan laku menawarkan bonus serupa bagi para pekerja yang memilih untuk meninggalkan perusahaanya, penawaran tersebut guna mengantarkan pendatang baru yang berpartisipasi dalam protes ketat terhadap penguncian Covid-19.

Pemberian bonus yang terlihat mengiurkan tersebut sebagai cerminan kebutuhan mendesak Foxconn untuk membuat jalur perakitan kembali ke kecepatan penuh setelah sebulan berurusan dengan pembatasan dan gangguan Covid-19 yang memuncak dalam kerusuhan minggu lalu.

Zhengzhou yang biasanya menampung lebih dari 200.000 karyawan, adalah tempat sebagian besar model iPhone Pro Apple dirakit. Lebih dari 20.000 karyawan baru dilaporkan telah pergi setelah protes.

Pihak Apple mengungkapkan sedang bekerja sama dengan Foxconn untuk memulihkan operasi dan kedua perusahaan telah menyatakan komitmen untuk memastikan keselamatan pekerja.

IPhone 14 Pro dan Pro Max merupakan produk Apple yang paling banyak diminati tahun ini, mengimbangi penurunan penjualan untuk iPhone 14 edisi regulernya.

Situasi Foxconn menjadi pengingat lain akan bahaya bagi Apple yang mengandalkan mesin produksi besar yang berpusat di China pada saat kebijakan yang tidak dapat diprediksi dan hubungan perdagangan yang tidak pasti.

Perusahaan Amerika Serikat (AS) memperingatkan bulan ini bahwa pengiriman iPhone premium terbarunya akan lebih rendah dari sebelumnya diharapkan, tepat menjelang puncak belanja musim liburan.

Selain itu, analis di Morgan Stanley memangkas perkiraan keluaran iPhone Pro mereka untuk kuartal saat ini sebesar 6 juta unit awal bulan ini. Dalam skenario terburuk dari penguncian berkepanjangan yang berdampak pada perakitan di Zhengzhou, Foxconn terlihat mempertaruhkan sebanyak 36 persen dari pendapatan iPhone atau 20 persen dari keseluruhan penjualannya di kuartal tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

foxconn apple
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top