Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Top 5 News BisnisIndonesia.id: Polemik UMP 2023 hingga Emiten Batu Bara Taipan

Selain berita tentang polemik UMP, sejumlah berita menarik lainnya turut tersaji dari meja redaksi BisnisIndonesia.id hari ini, Selasa (22/11/2022).
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 22 November 2022  |  08:04 WIB
Top 5 News BisnisIndonesia.id: Polemik UMP 2023 hingga Emiten Batu Bara Taipan
Buruh menggelar aksi demo di kawasan Patung Kuda, Jakarta, pada Rabu (12/10/2022) untuk menyuarakan penolakan kenaikan harga BBM dan sejumlah tuntutan lainnya - BISNIS - Annasa Rizki Kamalina.
Bagikan

Bisnis, JAKARTA — Kalangan buruh dan pengusaha tidak sepakat soal UMP 2023. Di kalangan pemerintah dan otoritas moneter juga ada perbedaan perspektif soal UMP. Bappenas menilai kenaikan UMP bisa meningkatkan daya beli, sementara BI menggarisbawahi kenaikan UMP yang terlalu tinggi bisa berpengaruh pada inflasi.

Berita tentang polemik UMP 2023 menjadi salah satu berita pilihan editor BisnisIndonesia.id. Selain berita tersebut, sejumlah berita menarik lainnya turut tersaji dari meja redaksi BisnisIndonesia.id.

Berikut ini highlight Bisnisindonesia.id, Selasa (22/11/2022):

  1.  UMP 2023 di Antara Target Inflasi dan Kenaikan Daya Beli

Kementerian Ketenagakerjaan telah menetapkan peraturan tentang Upah Minimum Provinsi 2023. Seperti terjadi di tahun-tahun sebelumnya, penetapan UMP tak sepi dari tarik menarik kepentingan. 

Bank Indonesia menilai mengerem kenaikan upah secara signifikan adalah salah satu jalan agar target inflasi tercapai. Sementara itu, dalam perspektif Bappenas, kenaikan UMP hingga 10 persen akan mendorong daya beli masyarakat. 

Di sisi lain, kalangan buruh dan pengusaha pun tidak sepakat terkait UMP 2023.


 

  1.  Cara WIKA Percepat Proyek Kereta Cepat Bandung-Jakarta

Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung ditarget beroperasi pada Juni 2023. Di tengah tenggat operasi kereta cepat yang kian dekat, PT Wijaya Karya Tbk. (WIKA)  menyuntikkan tambahan modal. Hal itu sekaligus meningkatkan kepemilikan saham WIKA di Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) menjadi 39,11 persen. 

Setoran modal dari WIKA diberikan melalui skema konversi uang muka setoran modal menjadi setoran modal sebesar Rp 6,1 triliun dan setoran tunai senilai Rp11,51 miliar.

Sebelumnya, Kementerian BUMN mengajukan penyaluran penyertaan modal negara (PMN) untuk PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebesar Rp3,2 triliun. Pengajuan PMN tersebut dimaksudkan untuk memenuhi setoran modal ekuitas KCIC. Namun, Komisi VI DPR RI masih berhitung untuk memuluskan permintaan PMN tersebut.

 

  1.  Monetisasi Piala Dunia 2022, Saat Laga Tak Hanya Bicara Bola

Piala Dunia Qatar 2022 melibatkan dana yang bernilai besar. FIFA mendapat keuntungan fantastis, Qatar sebagai penyelenggara juga tidak dirugikan. Sepakbola menjadi pesta besar bertabur dolar.

Sejumlah dana juga menjadi pemasukan bagi tiap kesebelasan dan para pemain yang terlibat dalam laga Piala Dunia 2022. Jika cermat menghitung, dan sedikit berpikir hiperbola, akan terbayang bahwa setiap sepakan dan langkah para pemain bola di lapangan berharga sekian dolar.

Kapitalisasi telah mengubah laga sepak bola menjadi bisnis dengan hitung-hitungan kuantitatif. Biaya latihan sebelum berlaga menjadi investasi, para pemain yang bersinar menjadi aset untuk diubah menjadi angka-angka nilai tukar melalui langkah-langkah monetisasi alias upaya untuk menghasilkan uang.

 

  1.  KTT COP 2022 Menggantung, Dana Loss and Damage Belum Bisa Cair

Hampir 200 negara membahas masa depan aksi global terhadap perubahan iklim. Selama dua pekan mereka berkumpul di resor Sharm el-Sheikh,  Mesir.

Hasilnya, pada Minggu (20/11/2022) pagi, para menteri delegasi mengadopsi kesepakatan akhir COP27. Namun, hal-hal detail tentang dana  loss and damage masih harus dirumuskan tahun depan.

Di satu sisi, KTT Iklim PBB COP27 berhasil mencapai kesepakatan soal dana loss and damage yang menjadi isu antara negara kaya dan miskin.  Namun, KTT COP 27 juga mengulur waktu soal pemenuhan kewajiban pembayaran dana kompensasi atas dampak kerusakan lingkungan.

 

  1.  Taipan Emiten Batu Bara Makin Cuan, Saham Siapa Paling Menarik?

Emiten batu baru sejumlah konglomerat mencetak pertumbuhan laba signifikan sampai dengan akhir kuartal III/2022. Meskipun kenaikan harga batu bara diproyeksi masih berlanjut hingga akhir 2022, sejumlah analis memberikan penilaian netral bagi emiten sektor komoditas emas hitam itu menuju musim dingin. 

Proyeksi tersebut mempertimbangkan harga batu bara yang turun hingga lebih dari 20 persen sejak akhir September, dan bergerak sideways pada kisaran US$322 per ton. Pelemahan permintaan batu bara dari China disertai dengan tingkat pasokan yang masih cukup tinggi di pembangkit listrik China dan India membuat harga batu bara mengalami penurunan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Top 5 News Bisnisindonesia.id
Editor : Emanuel B. Caesario
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top