Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

B20 Summit: Kebijakan Ekonomi yang Inklusif Bisa Dorong UMKM

Kebijakan ekonomi yang inklusif yang memberdayakan semua warga, mulai dari UMKM hingga pengusaha, bisa membantu pemulihan ekonomi.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 13 November 2022  |  18:06 WIB
B20 Summit: Kebijakan Ekonomi yang Inklusif Bisa Dorong UMKM
Sesi diskusi panel di acara B20 Summit Indonesia 2022 di Bali Nusa Dua Convention Center, Minggu (13/11 - 2022). Bisnis/Feni Freycinetia.
Bagikan

Bisnis.com, BADUNG — PT HM Sampoerna Tbk. (HMPS) mengatakan kebijakan pemerintah yang tepat sasaran bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lebih efektif dan inklusif.

Presiden Direktur HM Sampoerna Vassilis Gkatzelis mengungkapkan terdapat beberapa upaya yang perlu terus didorong untuk mencapai supply chain yang resilience lewat pemberdayaan UMKM.

“Kebijakan ekonomi yang inklusif harus mampu memberdayakan semua warga dari produsen kecil hingga besar pengusaha untuk merangsang perdagangan sebagai pusat pemulihan ekonomi dan mengangkat miliaran orang keluar dari kemiskinan,” katanya saat sesi diskui panel B20 Summit dengan tema "B20 Task Force on Trade and Investment" di Bali Nusa Dua Convention Center, Minggu (13/11/2022). 

Vassilis menyampaikan sektor UMKM sangat membutuhkan akses yang inklusif untuk bisa berkembang dan meningkatkan akses pasar, digitalisasi, dan peningkatan kapasitas manajemen bisnis. 

Menurutnya, akses perdagangan internasional dan investasi juga akan menjadi faktor yang penting bagi UMKM.  

“Setiap pembuatan kebijakan di sektor UMKM harus dibuat inklusif, berbasis bukti, dan mempertimbangkan seluruh aspek di lingkungan bisnis,” kata Vassilis.

Selain itu, kolaborasi juga perlu ditingkatkan oleh seluruh pemangku kepentingan untuk menjembatani kesenjangan dan memberdayakan UMKM. Hal ini dilakukan dengan menyediakan akses ke sumber daya yang dibutuhkan untuk mengkatalisis pertumbuhan dan membantu peningkatan bisnis, juga pengetahuan dan bantuan dalam adaptasi teknologi digital untuk lebih mempromosikan inklusi UMKM di tingkat global.

Gangguan rantai pasok, lonjakan inflasi, hingga ancaman perubahan iklim menjadi tantangan bagi perekonomian dunia saat ini, termasuk ke kegiatan investasi dan perdagangan.

Trade & Investment Task Force Chair B20 Arif Rachmat menyampaikan bahwa membangun ketahanan investasi dan perdagangan global, juga menjaga momentum pemulihan ekonomi menjadi semakin penting di tengah tantangan perlambatan ekonomi dunia.

Dia menyampaikan, Gugus Tugas Perdagangan dan Investasi B20 telah menghasilkan empat rekomendasi kebijakan yang dapat ditindaklanjuti, sejalan dengan prioritas Presidensi G20 Indonesia.

Rekomendasi Kebijakan 

Gugus Tugas merekomendasikan kepada para pemimpin G20 untuk mempromosikan investasi dan perdagangan global yang terbuka, adil, inklusif, dan efisien pasca pandemi Covid-19, melalui reformasi WTO.

Arif menjelaskan rekomendasi ini bertujuan memperkuat kerja sama global di bidang perdagangan dan investasi yang akan membantu negara-negara untuk pulih lebih cepat dari dampak pandemi yang berkepanjangan.

“Untuk melakukannya, kepercayaan dan keyakinan harus dipulihkan dalam sistem perdagangan global. Hal ini dapat dilakukan dengan melanjutkan upaya reformasi sistem perdagangan multilateral atau WTO terutama fungsi penyelesaian sengketa,” katanya dalam acara B20 Summit, Minggu (13/11/2022).

Selanjutnya, Gugus Tugas meminta pemimpin G20 untuk memfasilitasi inovasi, digitalisasi, dan adopsi teknologi yang mendukung pembangunan internasional dan mitigasi krisis di masa depan.

“Kami meminta para pemimpin G20 untuk memfasilitasi pertukaran fitur dan penggunaan strategis serta berbagi ilmu pengetahuan, teknologi, dan data yang sesuai untuk deteksi krisis,” jelasnya.

Kemudian, Gugus Tugas merekomendasikan kepada para pemimpin G20 untuk memperkuat dukungan terhadap inklusivitas dalam rantai pasok global.

Komite B20 yakin rantai pasok global yang semakin inklusif akan menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tangguh dan kuat. Hal ini termasuk dalam mendorong UMKM, terutama perempuan yang memiliki minim akses ke pembiayaan dan teknologi.

“Kita perlu mengatasi masalah ini secara proaktif untuk meningkatkan inklusi UMKM dalam rantai pasokan global,” tuturnya.

Lebih lanjut, Gugus Tugas mendorong pemanfaatan perdagangan dan investasi sebagai instrumen untuk menciptakan ekonomi yang lebih berkelanjutan. “B20 merekomendasikan kepada para pemimpin G20 untuk menjadikan perdagangan dan investasi sebagai penggerak yang memberi dampak bagi pembangunan hijau dan berkelanjutan,” imbuhnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Forum Bisnis B20 Inflasi g20 WTO hm sampoerna
Editor : Novita Sari Simamora
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top