Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

ESDM Mencatat, Jambi Punya Cadangan ‘Harta Karun’ Jumbo

Berdasarkan data dari Kementerian ESDM, Provinsi Jambi memiliki cadangan batu bara sebanyak 1,9 miliar ton.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 23 Oktober 2022  |  21:52 WIB
ESDM Mencatat, Jambi Punya Cadangan ‘Harta Karun’ Jumbo
Seorang pekerja berjalan di atas tumpukan batu bara di Indonesia. - Bloomberg/Dadang Tri. ESDM Mencatat, Jambi Punya Cadangan ‘Harta Karun’ Jumbo
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat bahwa Provinsi Jambi memiliki cadangan batu bara sebanyak 1,9 miliar ton.

Adapun, cadangan komoditas tersebut tersebar di berbagai daerah di provinsi yang berada di Pulau Sumatra tersebut.

Seperti dikutip dari Antara, Minggu (23/10/2022), Kepala Dinas ESDM Provinsi Jambi Harry Endria di Jambi, Minggu mengatakan cadangan batu bara tersebut sudah terdata resmi di Kementerian ESDM.

"Kalau produksi batu bara di Jambi sebesar 19 juta ton per tahun, maka dengan jumlah cadangan sebanyak 1,9 miliar ton maka diperkirakan batu bara di Jambi baru akan bisa habis pada 100 tahun mendatang,” katanya.

Namun, jumlah cadangan batu bara ini bisa saja terus bertambah apabila ditemukan lagi cadangan baru.

Harry mengatakan, untuk produksi pada 2022, Jambi mendapatkan kuota dari Kementerian ESDM sebanyak 42 juta ton per tahun.  Namun realisasinya sampai dengan September 2022, Jambi hanya mampu memproduksi 13 juta ton per tahun.

"Sangat jauh dari kuota yang diberikan oleh Kementerian ESDM," katanya.

Kendati demikian, dia mengatakan tidak ada dampak khusus apabila Jambi tidak mencapai kuota produksi yang ditetapkan oleh pemerintah.

Menurutnya, yang menjadi persoalan adalah apabila para perusahaan penambang batu bara gagal memenuhi produksi sesuai yang ditetapkan dalam kontrak dengan pembelinya. Salah satunya dengan PLN.

Dia mengatakan, dahulu sopir angkutan batu bara dapat mengantarkan komoditas itu dari mulut tambang ke pelabuhan bongkar yang terletak di kawasan Talang Duku dalam waktu hanya sehari. Namun saat ini membutuhkan waktu satu sampai dua hari.

"Jadi otomatis untuk memenuhi target memang sulit bagi mereka, karena hambatan berada di angkutannya," kata Harry Endria.

Saat ini beberapa daerah penghasil batu bara terbesar di Provinsi Jambi adalah Kabupaten Sarolangun dan disusul beberapa kabupaten lainnya seperti Bungo, Tebo, Batang Hari, Muaro Jambi dan Tanjung Jabung barat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jambi batu bara kementerian esdm esdm

Sumber : Antara

Editor : Yustinus Andri DP
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top