Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Dana Pensiun Belanda dan Abu Dhabi Incar Jalan Tol Trans Sumatra

Proyek-proyek infrastruktur Indonesia dinilai akan sangat menarik untuk ditawarkan kepada pengelola dana pensiun asing.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 19 Oktober 2022  |  13:28 WIB
Dana Pensiun Belanda dan Abu Dhabi Incar Jalan Tol Trans Sumatra
Sejumlah kendaraan pemudik melintas di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Terbanggi Besar-Kayu Agung di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, Rabu (27/4/2022). ANTARA FOTO - Nova Wahyudi
Bagikan

Bisnis.com, NUSA DUA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyebut pengelola dana pensiun asing tengah mengincar untuk mengakuisisi aset di Jalan Tol Trans Sumatra dari PT Hutama Karya (Persero) yang akan dilepas dalam aksi recycling asset.

Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mengatakan potensi investasi dari dana pensiun asing dinilai masih sangat besar. Portofolio proyek-proyek infrastruktur di dalam negeri dinilai akan menarik untuk ditawarkan untuk dana pensiun asing.

"Uang dana pensiun dari Belanda dan Abu Dhabi mau dibelikan tol HK di Trans Sumatra, lagi technical due diligence, moga-moga akhir tahun," kata Kartika di sela-sela acara State Owned Enterprises (SOE) International Conference 2022, Selasa (18/10/2022).

Kartika menjelaskan proyek-proyek di sektor riil dalam negeri seperti infrastruktr telekomunikasi, data center, bandar udara, dan jalan tol dinilai akan sangat menarik ditawarkan kepada pengelola dana pensiun asing.

Pasalnya, proyek-proyek infrastruktur menawarkan yield dalam jangka panjang yang akan menarik bagi pengelola dana pensiun. Pada umumnya, proyek-proyek infrastruktur akan sangat menarik untuk jangka waktu 10 tahun-20 ke depan.

Kementerian BUMN, lanjut Kartika, terus mendorong untuk mendapatkan dana investasi yang akan digunakan untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur lainnya dengan melepas aset-aset yang telah beroperasi ke pengelola dana pensiun asing.

"Ini kita lagi pertama memutar otak bagaimana mendapatkan uang lebih untuk berinvestasi lebih dengan recycle asset, di luar negeri lagi banyak dana pensiun yang uangnya banyak lagi cari aset," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Hutama Karya akan segera melepas aset 3 ruas jalan tol yang telah beroperasi di Sumatra pada akhir tahun ini. Dari aksi korporasi itu, perseroan bakal mengantongi dana segar Rp34 triliun.

Direktur Utama Hutama Karya Budi Harto mengatakan pihaknya akan melepas ruas Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi, Jalan Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung, dan Jalan Tol Medan-Binjai.

Budi mengatakan ruas tersebut telah beroperasi selama kurang lebih 3 tahun, sehingga volume lalu lintas di ketiga ruas tersebut dinilai menarik untuk menggaet investor baru.

Adapun, upaya recycling asset tersebut akan dilakukan bersama dengan Indonesia Investment Authority (INA) yang telah membentuk konsorsium dengan pengelola dana pensiun dari Belanda dan Kanada.

"Jadi HK telah HOA [head of agreement] dengan INA untuk asset recycle 3 ruas Bakauheni-Terbanggi Besar-Kayu Agung, Medan-Binjai 350 km dengan perkiraan Rp34 triliun," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

trans sumatra tol trans sumatra hutama karya dana pensiun jalan tol
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top