Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Transaksi Trade Expo Dipatok US$10 M, Zulhas Klaim sudah Kantongi US$1,5 M

Dalam empat hari pameran, Trade Expo Indonesia ditarget menjaring transaksi senilai US$10 miliar.
Menteri Perdagangan usai penandatanganan kontrak yang dilakukan eksportir Indonesia dengan para buyer di Trade Expo Indonesia, BSD, Tangerang, Rabu (19/10/2022). Indra Gunawan
Menteri Perdagangan usai penandatanganan kontrak yang dilakukan eksportir Indonesia dengan para buyer di Trade Expo Indonesia, BSD, Tangerang, Rabu (19/10/2022). Indra Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA- Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan (Zulhas) mengklaim sudah ada perjanjian dagang senilai US$1,5 miliar dengan buyers di hari pertama "Trade Expo Indonesia (TEI) 2022". Dia membeberkan bahwa TEI kali ini setidaknya bisa membukukan transaksi senilai US$10 miliar.

“Iya, itu belum pameran. Kami berharap, selesai pameran US$10 miliar, doakan saja,” ucap Zulhas saat ditemui awak media usai pembukaan TEI 2022 di Indonesia Convention Exhibition, Bumi Serpong Damai City (ICE, BSD City), Tangerang, Rabu (19/10/2022).

Sebelumnya, Zulhas mengatakan capaian surplus neraca perdagangan September 2022 sebesar US$4,99 miliar menunjukkan kemampuan ekonomi Indonesia bertahan di tengah berbagai krisis. Surplus perdagangan September 2022 disumbang ekspor nonmigas sebesar US$7,09 miliar dan defisit perdagangan migas sebesar US$2,10 miliar. 

“Surplus perdagangan US$4,99 miliar ini dicatatkan di tengah sejumlah tekanan kondisi perekonomian global seperti lonjakan inflasi di sejumlah negara, konflik Rusia–Ukraina yang belum mereda, pengetatan kondisi keuangan di sebagian besar wilayah,serta pandemi Covid-19 yang masih belum sepenuhnya pulih,” kata Zulhas dalam sambutannya.

Lebih jauh, surplus perdagangan Indonesia periode September 2022 didorong surplus dagang dengan beberapa negara mitra dagang. Filipina menjadi negara mitra dagang yang menyumbangkan surplus terbesar dengan nilai surplus sebesar US$1,13 miliar. Kemudian, surplus perdagangan dengan India sebesar US$1,07 miliar.

Negara ketiga penyumbang surplus terbesar adalah Amerika Serikat (AS) dengan surplus US$1,07 miliar. Secara kumulatif, neraca perdagangan Januari–September 2022 mengalami surplus US$39,87 miliar.

Dalam kesempatan yang sama Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan optimistis ekonomi Indonesia pada kuartal III bisa mencapai lebih 5,4 persen. Sebab, kata dia, baik inflasi maupun neraca dagang Indonesia menunjukkan kinerja yang baik.

“Sudah 29 bulan kita terus surplus neraca dagang kita. Tadi sudah disampaikan oleh Pak Zul, Menteri Perdagangan, dari Januari sampai September surplus kita mencapai US$39,8 miliar. Ini jumlah yang tidak sedikit. Ini juga berkat kerja keras Bapak, Ibu sekalian,” ujar Jokowi.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Indra Gunawan
Editor : Kahfi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper