Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Prancis Bakal Manfaatkan Windfall Perusahaan Listrik untuk Hadapi Lonjakan Harga Energi

Pemerintah Pransic akan mengambil surplus yang dihasilkan oleh pembangkit listrik ketika mereka menjual di atas 180 euro (US$179) per megawatt-jam
Asahi Asry Larasati
Asahi Asry Larasati - Bisnis.com 06 Oktober 2022  |  13:30 WIB
Prancis Bakal Manfaatkan Windfall Perusahaan Listrik untuk Hadapi Lonjakan Harga Energi
Ilustrasi pasangan berada di dekat Menara Eiffel, Paris, Prancis - Freepik
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Prancis akan mengambil keuntungan tak terduga yang didapat produsen listrik pada 2023 guna meningkatkan bantuan pada perusahaan dan pemerintah daerah yang berjuang membayar harga energi yang meningkat.

Dilansir Bloomberg pada Rabu (5/10/2022) Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire mengatakan pemerintah akan mengambil surplus yang dihasilkan oleh pembangkit listrik ketika mereka menjual di atas 180 euro (US$179) per megawatt-jam, seperti yang baru-baru ini disepakati di Uni Eropa.

Mekanisme ini akan diperkenalkan dalam RUU anggaran 2023 dan diperkirakan menghasilkan pendapatan tambahan antara 5 miliar - 7 miliar euro.

Bruno Le Maire menjelaskan kebijakan ini merupakan langkah adalah adil dan seimbang karena pemerintah tidak ingin membebani semua orang dengan pajak.

"Kami hanya mengatakan bahwa perusahaan energi tidak bisa mendapatkan keuntungan yang berlebihank karena adanya lonjakan harga," tegasnya.

Pemerintah di seluruh Eropa telah menanggapi lonjakan biaya energi yang disebabkan oleh berkurangnya pengiriman gas Rusia dengan pemotongan pajak dan subsidi puluhan miliar euro untuk rumah tangga dan bisnis.

Namun, lebih banyak produsen mengurangi produksi karena mereka berjuang untuk mengatasi tagihan yang melonjak.

Harga listrik grosir Prancis telah melonjak lebih tinggi dibandingkan sebagian besar negara tetangga menyusul masalah produksi di beberapa pembangkit listrik milik Electricite de France SA.

Le Maire mengatakan dana 3 miliar euro yang telah disiapkan pemerintah hingga akhir tahun ini untuk membantu perusahaan menengah dan besar membayar tagihan listrik mereka diperkirakan tidak akan cukup.

Prancis meminta Komisi Eropa untuk menggandakan jumlah maksimum yang dapat diberikan kepada bisnis yang kesulitan dan sedang mempertimbangkan lebih banyak bantuan untuk perusahaan "strategis" yang menggunakan banyak daya untuk produksi industri seperti Aluminium Dunkerque

Selain itu, pemerintah Prancis juga akan memberikan jaminan bagi perusahaan yang kesulitan menyediakan sendiri saat menandatangani kontrak dengan penyedia energi

Prancis akan terus mendorong UE untuk mengadopsi subsidi untuk membantu mengurangi biaya listrik yang dihasilkan oleh pembangkit listrik berbahan bakar gas, seperti yang telah diperkenalkan oleh Spanyol dan Portugal, tambah Le Maire. Ini akan menurunkan harga per megawatt-jam menjadi 200 euro.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

prancis eropa uni eropa listrik pembangkit listrik
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top