Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BLT UMKM Hingga Merakyat, Alasan Kepuasan Kinerja Presiden Jokowi Kembali Meningkat

BLT UMKM, Bansos yang menjadi helikopter uang Jokowi guna menangkal efek kenaikan BBM di tegah masyarakat telah mendorong pemulihan kepercayaan.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 03 Oktober 2022  |  07:12 WIB
BLT UMKM Hingga Merakyat, Alasan Kepuasan Kinerja Presiden Jokowi Kembali Meningkat
Presiden Joko Widodo menyerahkan bantuan sosial berupa bantuan langsung tunai (BLT) bahan bakar minyak (BBM), sembako, dan BLT bagi peserta program keluarga harapan (PKH) di Kantor Pos Tual, Kabupaten Maluku Tenggara, pada Rabu, 14 September 2022. Foto: BPMI Setpres - Muchlis Jr.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Hasil survei lembaga think tank Indikator Politik Indonesia mencatat bantuan kepada rakyat kecil yang dilakukan Presiden Joko Widodo seperti BLT UMKM, Bansos, BSU menjadi penopang pemulihan kepercayaan setelah kenaikan bahan bakar minyak (BBM) pada 3 September 2022 lalu. 

Dalam survei yang dilangsungkan pada 13 sampai dengan 20 September 2022 lalu itu, kepercayaan kepada pemerintahan Joko Widodo perlahan pulih dengan tingkat capaian 67,1 persen. Perinciannya, 53,4 persen cukup puas dan 13,7 persen sangat puas. 

Sedangkan responden yang tidak puas sebanyak 25,3 persen dan 5,5 persen tidak puas sama sekali. Sedangkan tidak menjawab sebanyak 2 persen. 

"Kepuasan terhadap kinerja Presiden sedikit mengalami kenaikan dibanding survei awal September setelah kenaikan harga BBM dari 63 persen ke 67 persen. Namun dibanding survei bulan lalu sebelum kenaikan harga BBM, approval Presiden sedikit mengalami penurunan," kata  Direktur Eksekutif Indikator Burhanuddin Muhtadi di Jakarta, Minggu (2/10/2022). 

Selain tebar dana tunai melalui helikopter uang BLT, peningkatan kepercayaan kepada pemerintah Jokowi juga ditopang pembangunan infrastruktur jalan hingga jembatan (19,4 persen). Lainnya, di bawah 10 persen yakni orangnya merakyat (6,5 persen), kinerjanya bagus (6 persen), serta orangnya baik (4,7 persen). 

Sedangkan dari masyarakat yang tidak puas akan kinerja Jokowi (30,8 persen), alasan utamanya adalah kenaikan harga kebutuhan pokok (35,2 persen dari tidak puas), bantuan tidak merata (17,4 persen), kemiskinan (6,6 persen), kurang berpihak kepada rakyat (5,4 persen), hingga kinerjanya buruk (4,5 persen).    

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyebut tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Presiden Joko Widodo menjadi faktor yang sangat menentukan minat investasi di Indonesia. 

Menurutnya, tingginya kepercayaan masyarakat terhadap presiden sebagai kepala negara bakal mampu menarik minat swasta sebagai instrumen vital dalam penciptaan lapangan kerja, untuk menanamkan modal di Tanah Air.  

"Sektor swasta akan berinvestasi apabila ada trust kepada negara. Dalam kondisi seperti saat ini, kepercayaan terhadap presiden sangat menentukan minat investasi," ujar Bahlil. 

Dia menilai investasi bakal menjadi solusi bagi 7 juta orang yang diperkirakan sedang mencari lapangan pekerjaan. Angka tersebut, sambungnya, jauh di atas volume angkatan kerja nasional, yakni sebanyak 2,9 juta orang per tahun. 

Adapun, kata Bahlil, alasan sektor swasta menjadi tumpuan dalam hal penciptaan lapangan kerja karena sektor ASN melalui TNI, Polri, dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), hanya menerima pekerja tidak lebih dari 1 juta orang per tahun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

blt blt umkm Rp2,4 juta bansos Jokowi
Editor : Anggara Pernando
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top