Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sri Mulyani: Resesi Inggris Timbulkan Sentimen, Indonesia Aman?

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan krisis ekonomi yang berujung resesi di Inggris menimbulkan sentimen global. Indonesia aman?
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 29 September 2022  |  12:15 WIB
Sri Mulyani: Resesi Inggris Timbulkan Sentimen, Indonesia Aman?
Menteri Keuangan Sri Mulyani saat mengikuti rapat kerja Pemerintah dengan Banggar DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/9/2022). ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja\\r\\n
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Keuangan Sri Mulyani menilai bahwa gejolak ekonomi hingga resesi yang terjadi di Inggris akan menimbulkan sentimen negatif terhadap ekonomi global.

Secara khusus, Sri Mulyani menyebut bahwa apa yang terjadi di Inggris merupakan efek yang muncul dari kebijakan negaranya. Namun, momentum yang ada membuat kondisi Inggris dapat turut memengaruhi sentimen perekonomian global.

"Itu bisa memengaruhi sentimen karena terjadinya berurutan dengan pada saat Federal Reserve [The Fed] di Amerika Serikat menaikkan [suku bunga] 75 basis poin, jadi itu menimbulkan dua sentimen yang men-drive selama seminggu ini," ujar Sri Mulyani saat diwawancara usai paparannya di UOB Economic Outlook 2023, Kamis (29/8/2022).

Meskipun begitu, Sri Mulyani meyakini bahwa gejolak di Inggris tidak akan berdampak signifikan terhadap perekonomian Indonesia.

Dia pun meyakini langkah konsolidasi fiskal akan tetap berjalan sehingga bisa menjaga keuangan negara.

Optimisme Menkeu muncul dari tingginya capaian penerimaan negara sepanjang tahun berjalan, sehingga defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tetap sesuai target.

Menurutnya, peran keuangan negara sangat krusial dalam meredam dampak dari gonjang-ganjing ekonomi global.

Selain itu, tingginya porsi portofolio surat utang dalam negeri membuat Indonesia relatif terjaga dari risiko gejolak valas.

Apalagi, kinerja nilai tukar rupiah relatif terjaga baik dibandingkan dengan pelemahan yang terjadi di negara-negara lain.

"Ini menempatkan kita dalam posisi yang tidak terlalu vulnerable terhadap gejolak yang tadi akibat berbagai sentimen," ujar Sri Mulyani.

Dilansir dari Bloomberg, Menteri Keuangan Inggris Kwasi Kwarteng memberlakukan paket pemotongan pajak.

Setelah itu, Bank of England pada Rabu (28/9/2022) menyatakan akan menjanjikan pembelian obligasi jangka panjang tanpa batas.

Kedua kebijakan itu menimbulkan gejolak perekonomian di Inggris dan memperparah kondisi resesi yang sudah terjadi. Bahkan, ditemukan banyak warga Inggris yang kelaparan saat ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sri mulyani Resesi inggris
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top