Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jelajah BUMN 2022: Menanti Efek Domino Tol Pasuruan-Probolinggo Garapan Waskita

Ruas tol Pasuruan-Probolinggo ini dapat menghemat waktu tempuh dari awalnya memakan waktu 2,5 jam menjadi cukup 30 menit saja atau lebih cepat.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 20 September 2022  |  10:39 WIB
Jelajah BUMN 2022: Menanti Efek Domino Tol Pasuruan-Probolinggo Garapan Waskita
JALAN TOL PASURUAN PROBOLINGGO SEKSI IV. Foto aerial pembangunan jalan tol Pasuruan-Probolinggo Seksi IV di Probolinggo, Jawa Timur, Minggu (19/9). PT Waskita Karya (Persero) Tbk. menyampaikan hingga September 2022, progres pembangunan jalan tol dengan panjang mainroad 12,45 kilometer (km) dan interchange 4,07 km ini telah mencapai 65,51%. Adapun pembangunannya ditargetkan selesai pada bulan Desember 2022. JIBI/Bisnis - Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, SOLO - Banyak orang berpikir pergerakan ekonomi di suatu kawasan disebabkan bisnis dan produk yang para pengusaha atau UMKM tawarkan di kawasan itu. Pendapat itu boleh-boleh saja. 

Namun perlu diingat juga, bahwa keberhasilan suatu kawasan disebabkan keberadaan jalan tol, tulang punggung konektivitas yang menghubungkan antar kawasan tanpa hambatan. 

Ruas jalan tol yang luas dan tanpa halangan membuat kendaraan dapat melaju dengan cepat. Dampaknya, pergerakan ekonomi di daerah tersebut semakin tinggi dan kawasan itu makin berprestasi. 

Pemerintah Indonesia sendiri menaruh perhatian dalam pembangunan jalanan yang memungut pajak di lokasi ini. Salah satunya adalah pembangunan infrastruktur jalan tol seksi IV Pasuruan-Probolinggo (Paspro) garapan PT Waskita Karya. 

Waskita menargetkan ruas tol seksi IV yang memiliki total jalan sepanjang 12,45 kilometer ini rampung pada Desember 2022. Harapannya, saat liburan natal dan tahun baru (nataru) jalan tol ini sudah dapat digunakan secara fungsional.

Saat ini perkembangan dari pembangunan seksi IV Paspro sudah mencapai 65 persen, dengan pembebasan lahan yang telah menyentuh angka 100 persen. 

Untuk mengejar target agar proyek ini bisa selesai tepat waktu, Waskita akan menambah sumber daya di lapangan hingga dua kali lipat. 

Project Manager Jalan Tol Paspro Seksi IV Hamim Mufijar mengatakan keistimewaan dari jalur tol Paspro adalah pintu keluar tol ini langsung bertemu jalan kabupaten dan jalur Pantura sebagai urat nadi perekonomian wilayah utara.  

“Untuk yang diseksi empat ini keistimewaannya adalah keluar ke jalan nasional di Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo. Ruas (Probolinggo-Banyuwangi) selanjutnya kami juga sedang berusaha untuk ikut partisipasi tender,” kata Hamim kepada Tim Jelajah BUMN 2022, Selasa (20/9/2022). 

Hamim melanjutkan ruas tol yang menghubungkan antara Pasuruan-Probolinggo ini, dapat menghemat waktu tempuh sebuah kendaraan. 

Berdasarkan perhitungan Waskita, perjalanan dari Pasuruan-Probolinggo yang awalnya memakan waktu 2,5 jam, ke depan cukup 30 menit saja atau lebih cepat lagi jika melewati jalur ini.

Selain itu, ruas tol Paspro juga memiliki multiplier effect atau efek berganda seperti manfaat penggunaan biaya operasional kendaraan atas keberadaan jalan tol dibandingkan dengan jalan non tol.  

Jalan tol paspro menyediakan empat buah rest area di KM 819 A, rest area KM 819 B, rest area KM 833 A dan rest area KM 833 B bagi pengusaha UMKM dengan biaya sewa 20-30 persen dari tarif komersial lainnya. 

“Pengoperasian ruas tol paspro juga membawa manfaat terhadap peningkatan kinerja sektor perekonomian kota pasuruan dan probolinggo secara keseluruhan,” kata Hamim. 

Hamim melanjutkan sejumlah jenis usaha juga yang akan merasakan manfaat dari ruas jalan tol Paspro antara lain industri mebel, produk khas daerah dan industri wisata (kerajinan tangan, penginapan, transportasi dan lain-lain). 

Sementara untuk penggunaan produk dalam negeri yang memiliki nilai tingkat komponen dalam negeri (TKDN) diukur berdasarkan monitoring belanja yang dilakukan PT Waskita Toll Road melalui Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT. Trans Jawa Paspro Jalan Tol (TPJT). 

Tercatat, untuk proyek tol paspro tingkat pemenuhan penggunaan komponen dalam negeri sebesar 95 persen. 

Pemenuhan pengadaan barang dan jasa ini untuk memberikan sumbangan bagi perkembangan ekonomi karena mengutamakan penggunaan produksi dalam negeri, mulai dari rancang bangun dan perekayasaan nasional serta perluasan kesempatan bagi usaha kecil. 

”Hal ini menunjukan adanya komitmen dari PT Waskita Karya untuk menggunakan komponen dalam negeri,” kata Hamim.  

Untuk diketahui proyek paspro merupakan salah satu proyek yang mendapat alokasi penyertaan modal negara 2021 sebesar Rp1,21 triliun. Ruas jalan tol paspro memiliki total panjang 43,75 kilometer yang terbagi dalam 4 seksi. 

Seksi I Grati-Tongas (13,5 km), Seksi II Tongas-Probolinggo Barat (6,9 km), Seksi III Probolinggo Barat-Probolinggo Timur (10,9 km) dan seksi IV Probolinggo-Gending (12,45 km). 

Untuk Seksi I-Seksi III sudah beroperasi sejak 2019. Sementara Seksi IV masih dalam tahap konstruksi mencapai 65 persen.

Proyek ini juga sudah menerapkan digitalisasi Building Information Modeling (BIM), suatu sistem atau teknologi yang mencakup beberapa informasi penting dalam proses desain, konstruksi, perawatan yang terintegrasi pada pemodelan 3D.

BIM ini sudah mulai digunakan pada beberapa Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ada di Indonesia untuk menunjang kemajuan teknologi di bidang konstruksi. 

Penerapan BIM ini sangat penting dikembangkan di Indonesia karena dapat mempermudah dan mempercepat proses pekerjaan suatu proyek konstruksi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jelajah BUMN proyek jalan tol jalur pantura waskita
Editor : Wahyu Arifin
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top