Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Visium PUPR Targetkan 100 Persen Hunian Cerdas di Tahun 2030

Kementerian PUPR memiliki target pembangunan hunian cerdas atau smart living 100 persen pada 2030.
Afiffah Rahmah Nurdifa
Afiffah Rahmah Nurdifa - Bisnis.com 05 September 2022  |  11:55 WIB
Visium PUPR Targetkan 100 Persen Hunian Cerdas di Tahun 2030
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meninjau pembangunan proyek Jalan Tol Yogyakarta-Bawen pada Sabtu (13/8 - 2022) / Dok. Kementerian PUPR.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memiliki sejumlah target pembangunan atau yang dikenal sebagai Visium PUPR 2030 yang salah satunya  mewujudkan 100 persen Smart Living (Hunian Cerdas) pada 2030.

Hunian cerdas yang dimaksud dalam hal ini yaitu target 100 persen pelayanan air minum bersih, 0 ha kawasan kumuh, dan 100 persen pelayanan sanitasi. Untuk mewujudkannya, PUPR menggandeng asosiasi profesi untuk berkolaborasi.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam hal ini mengajak Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Teknik Lingkungan Indonesia (IATPI) untuk aktif berkontribusi dalam pembangunan hunian cerdas. Kehadiran Ahli tersebut diharapkan dapat mendorong penyehatan lingkungan permukiman dan perumahan.

Selain itu, kolaborasi ini juga dapat memberikan solusi terkait penanganan pencemaran udara, pengendalian dampak lingkungan, kesehatan masyarakat, serta mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

"Untuk itu, kehadiran dan keaktifan para ahli teknik lingkungan sangat diharapkan dan ditunggu aksinya untuk mewujudkan hunian cerdas Smart Living ,” kata Basuki dikutip dari keterangan resminya, Senin (5/9/2022).

Dalam rangka mencapai target Smart Living, PUPR kini gencar melakukan pembangunan infrastruktur air minum, air limbah dan persampahan yang dinilai belum optimal pelayanannya.

Di sisi lain, meski layanan air minum tercatat telah mencapai 91 persen, tetapi untuk layanan air minum aman lewat perpipaan baru mencapai 20,9 persen.

Sementara itu, pelayanan di sektor persampahan juga masih mencapai 80,2 persen tetapi masih terkendala masalah di penanganan sumber sampah dan tempat pembuangan akhir.

Begitupun dengan sektor air limbah di mana penanganan air limbah domestik dan industri masih perlu perhatian yang lebih serius untuk mengatasinya.

"Untuk itu, Kementerian PUPR sangat mengharapkan inovasi dan unjuk nyata dari seluruh ahli teknik penyehatan dan lingkungan Indonesia untuk bersama-sama memberikan masukan dalam rangka peningkatan kapasitas dan kualitas infrastruktur air minum dan sanitasi baik di perkotaan maupun pedesaan," jelasnya.

Lebih lanjut, dia juga berharap IATPI dapat menjalankan perannya sebagai salah satu agent of change di bidang pelayanan air minum dan sanitasi kota di Indonesia untuk mencari solusi terkait kegiatan pembangunan kota-kota di Indonesia yang berwawasan smart, green, dan for all groups of community.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kementerian PUPR Menteri PUPR pupr hunian hunian perkotaan
Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top