Bus Lorena (LRNA) dan Blue Bird (BIRD) Bicara Soal Isu Harga BBM Naik

Bus Lorena (LRNA) dan Blue Bird (BIRD) buka suara soal rencana kenaikan harga dan pembatasan BBM subsidi.
Warga menunjukan aplikasi MyPertamina saat mengisi bahan bakar pertalite di SPBU Pertamina Abdul Muis, Jakarta, Rabu (29/6/2022).  ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Warga menunjukan aplikasi MyPertamina saat mengisi bahan bakar pertalite di SPBU Pertamina Abdul Muis, Jakarta, Rabu (29/6/2022). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA - Dua emiten transportasi darat seperti PT Eka Sari Lorena Transport Tbk. (LRNA) dan PT Blue Bird Tbk. (BIRD) buka suara soal rencana kenaikan harga dan pembatasan bahan bakar minyak (BBM) subsidi.

Managing Director Lorena dan Karina Transport Dwi Ryanta Soerbakti mengatakan bahwa kenaikan tarif angkutan bus merupakan konsekuensi dari kenaikan harga BBM.

Seperti diketahui, angkutan umum dalam ukuran besar seperti bus penumpang dan antarkota antarprovinsi (AKAP) menggunakan solar subsidi.

Akan tetapi, Dwi Ryanta menyebut adanya kenaikan harga BBM yang bisa memicu kenaikan tarif angkutan harus diwaspadai, mengingat daya beli masyarakat yang belum pulih sepenuhnya.

"Hal ini wajib diwaspadai karena daya beli masyarakat yang belum pulih sebagai imbas dari pandemi selama dua tahun terakhir. Sehingga kami khawatir dapat memengaruhi jumlah penumpang," jelasnya, Senin (22/8/2022).

Di sisi lain, rendahnya daya beli dan kenaikan tarif dinilai bisa menurunkan animo masyarakat menggunakan angkutan bus penumpang maupun antarkota antarprovinsi (AKAP), yang merupakan layanan dari Lorena.

Dwi Ryanta juga menilai pembatasan subsidi akan menyulitkan operasional angkutan umum. Bahkan, sebelum adanya sinyal penyesuaian subsidi BBM belakangan ini, dia menyebut Lorena sudah kesulitan mendapatkan solar di wilayah Jabodetabek dan beberapa wilayah Sumatera dan Jawa.

Adapun, emiten transportasi lainnya yakni PT Blue Bird Tbk. (BIRD) masih menunggu penyesuaian harga BBM yang direncanakan pemerintah. Perhitungan kenaikan tarif akan dilakukan ketika pemerintah telah mengumumkan kenaikan harga BBM secara resmi.

Pada wawancaranya dengan Bisnis, Wakil Direktur Utama Blue Bird Adrianto Djokosoetono mengatakan bahwa akan menyesuaikan tarif apabila kenaikan harga BBM yang ditetapkan cukup tinggi.

Dia menyebut biasanya belum akan menaikkan tarif pada bulan pertama ketika adanya kenaikan harga BBM.

"Tetapi kalau kenaikannya cukup tinggi dari Rp7.650 per liter ke Rp10.000 per liter, kami akan menyesuaikan. Hanya saja belum tahu sampai dengan angka itu [kenaikan harga BBM] benar-benar diresmikan. Kami memperhatikan supply dan demand," terang Adrianto atau akrab disapa Andre, Jumat (19/8/2022).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Dany Saputra
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper