Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sri Mulyani Turunkan Subsidi dan Kompensasi Energi 2023 Jadi Rp336,7 Triliun

Jumlah Rp336,7 triliun tersebut terdiri atas Rp208,9 subsidi energi dan Rp126,0 triliun untuk kompensasi energi.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 16 Agustus 2022  |  19:42 WIB
Sri Mulyani Turunkan Subsidi dan Kompensasi Energi 2023 Jadi Rp336,7 Triliun
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kanan), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (tengah), dan Kepala Bappenas Suharso Monoarfa berbincang disela acara konferensi pers Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2023 di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Selasa, (16/8/2022). Bisnis - Abdurachman
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan total nilai subsidi dan kompensasi energi pada 2023 mencapai Rp336,7 triliun.

Sri Mulyani mengatakan, total subsidi dan kompensasi energi tersebut lebih rendah dibandingkan tahun ini, sejalan dengan harga minyak mentah dunia yang diperkirakan turun menjadi US$90 per barel pada tahun depan.

“Kurs juga diperkirakan dalam situasi yang relatif baik, dibandingkan situasi saat ini yang sangat volatil, sehingga sebetulnya dari sisi absolut, subsidinya masih sangat tebal,” atanya dalam konferensi pers Nota Keuangan dan RUU APBN 2023, Selasa (16/8/2022).

Jumlah Rp336,7 triliun tersebut terdiri atas Rp208,9 subsidi energi dan Rp126,0 triliun untuk kompensasi energi.

“Tentu kita berharap jumlah dari juta kilo liter untuk Pertalite, Solar, dan LPG tetap dikendalikan, karena kalau tidak pasti melewati. Bahkan yang Rp502,4 triliun [tahun ini] bisa terlewati apabila volume subsidi tidak terkendali,” jelasnya.

Berdasarkan Buku II Nota Keuangan dan RAPBN 2023, anggaran subsidi energi tersebut terdiri atas subsidi jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) tertentu dan LPG tabung 3 kg sebesar Rp138,3 triliun dan subsidi listrik sebesar Rp72,3 triliun.

Anggaran ini nantinya akan diarahkan untuk melanjutkan pemberian subsidi selisih harga untuk minyak tanah dan subsidi tetap untuk BBM solar disertai dengan pengendalian volume dan pengawasan atas golongan atau sektor-sektor yang berhak memanfaatkan.

Sementara itu, kebijakan subsidi listrik tahun depan diarahkan untuk memberikan subsidi listrik hanya untuk golongan yang berhak, subsidi listrik untuk rumah tangga diberikan secara tepat sasaran bagi rumah tangga miskin dan rentan, serta mendorong pengembangan energi baru terbarukan yang lebih efisien.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

subsidi energi RAPBN sri mulyani menteri keuangan
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top