Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Komoditas Mulai Turun, Pemerintah Yakin Neraca Dagang Tetap Surplus US$31,7 Miliar

Pemerintah memperkirakan neraca perdagangan akan surplus hingga US$31,7 miliar pada tahun penuh 2022.
Indra Gunawan
Indra Gunawan - Bisnis.com 15 Agustus 2022  |  00:58 WIB
Harga Komoditas Mulai Turun, Pemerintah Yakin Neraca Dagang Tetap Surplus US$31,7 Miliar
Aktivitas bongkar muat peti kemas di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (22/6/2022). Pemerintah optimistis tahun ini neraca perdagangan tetap surplus. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah optimis kinerja neraca perdagangan tahun 2022 bisa surplus hingga US$31,7 miliar. Pada semester I/2022 saja, neraca perdagangan Indonesia sudah mengalami surplus sebesar US$24,94 miliar, yang terdiri dari surplus non migas US$36,63 miliar dan defisit migas US$11,68 Miliar.

Surplus neraca perdagangan tersebut didorong oleh peningkatan ekspor sebesar 37,17 persen YoY pada periode Januari-Juni 2022. Capaian positif ini disebabkan oleh durian runtuh lonjakan harga komoditas internasional dalam beberapa tahun terakhir seperti batu bara dan minyak sawit (CPO).

Kepala Badan Kebijakan Perdagangan Kemendag Kasan Muhri mengatakan pada semester II ini neraca perdagangan Indonesia tetap bisa tumbuh lantaran indeks manufaktur Indonesia masih ekspansif.

“BPS juga merilis pertumbuhan di triwulan II dan semester I indikator yang bisa saya baca indeks manufaktur masih ekspansif dan saya kira itu adalah bagian pemenuhan untuk order-order orientasi ekspor,” ujar Kasan, Minggu (14/8/2022).

Menurut laporan World Bank (Pink Sheet Commdity Price), semua harga komoditas pada bulan Juli 2022 mengalami penurunan dibandingkan bulan Juni 2022 kecuali harga batu bara dan gas. Hal ini mengindikasikan bahwa periode commodity surpercycle sudah melewati masa puncaknya.

Namun demikian, jika dibandingkan dengan bulan Juli 2021, harga komoditas pada Juli 2022 masih jauh di level tinggi. Menurut laporan Dana Moneter Internasional (IMF), harga komoditas baik harga energi maupun nonenergi akan mengalami penurunan pada 2023 masing-masing sebesar 12,3 persen dan 3,5 persen.

Kasan mengatakan Kementerian Perdagangan akan terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan ekspor produk yang memiliki daya saing yang kuat, mulai dari produk sawit, besi dan baja, furnitur, hingga kendaraan bermotor. Selain itu, peningkatan ekspor nonmigas pada 2022 difokuskan pada produk nonkomoditas yang diprioritaskan pada alas kaki, produk kimia, tekstil dan produk tekstil (TPT), besi dan baja, produk kayu, produk makanan minuman, produk karet, produk mesin dan peralatan, otomotif, serta produk halal.

“Peningkatan ekspor nonkomoditas tersebut didukung dengan percepatan penyelesaian perundingan maupun hambatan perdagangan, partisipasi pameran, misi dagang, peningkatan daya saing produk dan SDM ekspor, sertifikasi lingkungan dan/atau halal, penyediaan portal informasi ekspor, yang dilaksanakan bersama dengan Pemerintah Daerah dan Pelaku Usaha serta difokuskan pada negara yang sudah memiliki perjanjian perdagangan dan/ atau komitmen untuk imbal dagang,” ujar Kasan.

Selain itu, Kasan mengatakan pada tahun ini Kemendag juga mulai memprioritaskan ekspor sektor jasa, yang diprioritaskan pada sektor jasa animasi, games, komik, licensing dan merchandising, dan francise. Sama halnya dengan peningkatan ekspor non komoditas, maka peningkatan ekspor jasa juga akan didukung dengan percepatan penyelesaian perundingan maupun penanganan hambatan perdagangan, partisipasi pameran, misi dagang, peningkatan daya saing produk, penyediaan portal informasi persyaratan ekspor, serta integrasi bersama dengan Pemerintah Daerah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemendag Neraca Perdagangan
Editor : Dwi Nicken Tari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top