Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Elon Musk Minta Subsidi Satelit SpaceX Starlink, Kok Ditolak?

Permintaan Elon Musk kepada pemerintah AS untuk subsidi jaringan satelit Starlink mendapat penolakan karena dianggap tidak memenuhi syarat.
Dewi Fadhilah Soemanagara
Dewi Fadhilah Soemanagara - Bisnis.com 11 Agustus 2022  |  12:49 WIB
Elon Musk Minta Subsidi Satelit SpaceX Starlink, Kok Ditolak?
Presiden RI Jokowi bertemu Elon Musk di pabrik SpaceX di Boca Chica, Amerika Serikat pada Sabtu (14/05/2022) - BPMI Setpres
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — CEO Tesla Elon Musk baru-baru ini meminta subsidi pembiayaan satelit dari pemerintah AS, namun ditolak mentah-mentah.

Permintaan subsidi senilai US$886 juta tersebut rencananya akan digunakan untuk layanan broadband ke daerah pedesaan melalui satelit SpaceX milik Elon Musk, dengan nama Starlink.

Mengutip Bloomberg, Ketua The Federal Communications Commission (FCC), Jessica Rosenworcel menolak permintaan subsidi proyek Elon Musk karena dianggap tidak memenuhi sejumlah persyaratan.

“Teknologi Starlink sangat menjanjikan, tetapi FCC tidak mampu mensubsidi usaha yang tidak memberikan kecepatan yang dijanjikan, atau tidak memungkinkan untuk memenuhi persyaratan program,” ujar Rosenworcel, Kamis (11/8/2022).

Sebelumnya, penyedia layanan internet pedesaan telah meminta FCC untuk menolak pendanaan proyek Starlink SpaceX tersebut, dengan alasan layanan buatan Musk itu tidak khusus untuk daerah pedesaan saja, melainkan termasuk kota besar yang tidak sesuai tujuan program. 

Proyek subsidi ini merupakan program dari Rural Digital Opportunity Fund senilai US$9,2 miliar untuk menyediakan layanan broadband bagi masyarakat pedesaan yang sulit mengakses internet.

Dana akan dialokasikan untuk memperluas jaringan broadband di 49 negara bagian AS selama 10 tahun.

Pada 2020, SpaceX sempat mendapat izin dari FCC untuk menyediakan layanan broadband ke 642.925 lokasi di 35 negara bagian.

Namun, advokasi konsumen mengatakan lokasi tersebut justru mencakup kota besar seperti New York City dan Miami, yang tidak sesuai dengan tujuan program untuk menyediakan layanan broadband untuk masyarakat pedesaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tesla SpaceX elon musk
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top