Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Industri Pengolahan Kontributor Terbesar Pertumbuhan PDB Kuartal II/2022

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi tertinggi, yakni sebesar 0,82 persen.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 06 Agustus 2022  |  01:01 WIB
Industri Pengolahan Kontributor Terbesar Pertumbuhan PDB Kuartal II/2022
Petugas melakukan pengawasan mesin pengolahan sampah menjadi energi listrik saat dilakukan uji coba pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) Putri Cempo di Solo, Jawa Tengah, Selasa (28/6/2022). ANTARA FOTO - Mohammad Ayudha

Bisnis.com, JAKARTA - Industri pengolahan menjadi sektor yang paling kontributif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II/2022. PDB nasional kuartal II/2022 tumbuh 5,44 persen YoY.

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis Jumat (5/8/2022), industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi tertinggi, yakni sebesar 0,82 persen.

Di bawahnya, ada sektor transportasi dan pergudangan dengan kontribusi sebesar 0,76 persen, pergudangan 0,58 persen, informatika dan komunikasi (infokom) 0,50 persen, dan sektor lain-lain 2,78 persen.

Pertumbuhan tersebut disumbangkan oleh sejumlah sektor, terutama industri makanan dan minuman (mamin) sebesar yang tumbuh 3,68 persen serta tekstil dan pakaian jadi sebesar yang tumbuh 13,74 persen.

"Pertumbuhan industri mamin didorong peningkatan konsumsi saat ramadan dan idulfitri, meskipun tertahan oleh menurunnya ekspor CPO dan minyak goreng," ujar Kelapa BPS Margo Yuwono, Jumat (5/8/2022).

Sementara itu, lanjutnya, untuk pertumbuhan industri tekstil dan pakaian jadi didorong oleh permintaan pakaian jadi saat momen ramadan dan idulfitri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pdrb BPS ekonomi
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top