Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Luhut Ungkap Tantangan Global Selain Pandemi Covid-19, Apa Saja?

Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan dunia saat ini dihadapkan pada tantangan dan ketidakpastian global.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 25 Juli 2022  |  09:37 WIB
Luhut Ungkap Tantangan Global Selain Pandemi Covid-19, Apa Saja?
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan (kiri) dan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Gerard Plate (kanan) menyampaikan paparannya dalam acara "kick off" Digital Economy Working Group (DEWG) Presidensi G20 Indonesia di Jakarta, Selasa (15/3/2022). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra - POOL
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan dunia saat ini dihadapkan pada tantangan dan ketidakpastian global.

Tantangan dan ketidakpastian global tersebut adalah perang antara Ukraina dan Rusia, kenaikan harga pangan dan energi di tingkat internasional, perlambatan ekonomi dunia, serta krisis ekonomi dan krisis politik.

Luhut menilai, di tengah berbagai tantangan dan ketidakpastian tersebut diperlukan kebijakan penanganan yang cepat dan terintegrasi sebagaimana penanganan Covid-19.

"Dalam mengatasi pandemi Covid-19, Indonesia telah menunjukkan bahwa kita dapat menyelesaikan masalah yang paling kompleks selama kita bekerja sama dan menggunakan ilmu pengetahuan, teknologi, dan data sebagai dasar kebijakan," kata Luhut dalam keterangan resmi, dikutip Senin (25/7/2022).

Lebih lanjut dia menuturkan, prioritas strategi pandemi juga disusun berdasarkan data dan ilmu pengetahuan  yang ada dengan menyeimbangkan aspek kesehatan dan ekonomi.

Selain itu, pola penanganan Covid-19 yang cepat, terintegrasi, dan komprehensif juga diterapkan dalam kebijakan pengendalian minyak goreng. Oleh karena itu, dia mengklaim Indonesia mampu menjaga kondisi pemulihan dan stabilitas makroekonomi.

Di sisi lain, dia mengungkapkan Indonesia telah mentransformasi ekonomi menjadi lebih efisien, lebih maju, dan tidak terlalu bergantung pada komoditas dalam 8 tahun terakhir. Hal tersebut dicapai melalui hilirisasi industri, peningkatan efisiensi melalui digitalisasi, dan transformasi perdesaan.

Melalui upaya transformasi ekonomi yang konsisten, Luhut optimistis ekonomi Indonesia dapat menuju menjadi negara maju. Dia bahkan memperkirakan, PDB Indonesia dapat meningkat hingga US$3,0 triliun dengan pendapatan per kapita di kisaran US$10.000 dalam satu dekade ke depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Luhut Pandjaitan luhut Resesi Covid-19
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top