Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Strategi Menko Luhut Dongkrak Bisnis Pariwisata Domestik

Pemerintah terus mengintegrasikan kegiatan dan kalender wisata di berbagai wilayah guna mendorong kunjungan wisatawan domestik.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 18 Juli 2022  |  18:31 WIB
Ini Strategi Menko Luhut Dongkrak Bisnis Pariwisata Domestik
Pesawat Garuda Indonesia dan Lion Air, di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan Minggu (11/6). - JIBI/Paulus Tandi Bone
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengharapkan agar wisatawan domestik menjadi tulang punggung (backbone) industri pariwisata dan penerbangan Indonesia guna menjaga pertumbuhan ekonomi.

Luhut menilai hal itu menjadi penting agar ketika terjadi kondisi yang sama seperti pandemi Covid-19, ekonomi Indonesia menjadi lebih bertahan dengan baik. Dampak Covid-19 juga telah ikut melemahkan ekonomi akibat pembatasan kunjungan wisatawan asing ke Tanah Air.

"Kami inginnya turis domestik itu bisa 60 persen -70 persen menjadi backbone industri kita. Jadi kalau terjadi, seperti Covid-19 kemarin, kita jangan sampai crowd-nya itu sampai habis ke bawah," ujarnya dikutip, Senin (18/7/2022).

Luhut pun mengatakan pemerintah terus mengintegrasikan kegiatan dan kalender wisata di berbagai wilayah guna mendorong kunjungan wisatawan domestik.

Sementara itu, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan pemerintah mendorong penambahan penerbangan dari Garuda Indonesia Group dan Pelita Air Service untuk bisa mengantisipasi lonjakan permintaan hingga libur akhir tahun nanti. Menurut Tiko, sapaan akrabnya, penambahan penerbangan akan dilakukan setelah proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) maskapai penerbangan pelat merah itu rampung.

"Pasca PKPU Garuda selesai, itu kita coba meningkatkan flight dari Garuda dan Pelita sehingga keterbatasan pesawat bisa diatasi menjelang akhir tahun nanti," katanya.

Sebelumnya, Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Kemenkomarves) turut memantau perkembangan harga minyak dunia yang berimbas kepada lonjakan harga avtur yang menjadi tantangan dalam industri penerbangan.

Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menkomarves) Luhut B. Pandjaitan mengatakan persoalan harga minyak dunia telah menimbulkan kekhawatiran tidak hanya di Indonesia tetapi juga secara global. Pembicaran terkait hal ini juga turut dibicarakannya bersama dengan Menteri Keuangan Amerika Serikat.

Pasalnya, apabila kenaikan harga minyak US$200 per barel akibat Rusia mengurangi ekspor hingga 3 juta barel minyak melambungnya harga minyak dunia juga berefek domino kepada perekonomian global.

“Pemerintah sangat mencermati hal ini, kami lakukan bertahap, bertingkat, dan berlanjut. Harga avtur sangat berpengaruh ke industri penerbangan. Menhub [Budi Karya Sumadi] juga hati-hati,” ujarnya.

Luhut memaparkan kondisi penerbangan terutama ke Bali yang belakangan ini penuh menandakan pariwisata mulai pulih. Bahkan dia mengaku karena terlampau penuhnya sampai mendapatkan tiket kelas ekonomi.

Atas kondisi penerbangan saat ini, Luhut menyambut baik kunjungan CEO AirAsia yang menyatakan minat untuk bisa menambah kapasitas penerbangan ke Indonesia. Namun tentunya dia juga menyadari penambahan penerbangan tidak akan bisa berlangsung dengan cepat.

Banyak faktor yang menyebabkan hal tersebut. Misalnya karena para kru maskapai membutuhkan waktu untuk pelatihan kembali dan prosedur lainnya setelah sempat dirumahkan.

"Kita bilang oke tambahin, tapi pelan-pelan. Karena menambah tidak bisa cepat, di luar negeri sama saja. Karena krunya banyak yang sudah kerja yang lain. Dan kalau dia masuk, training lagi. Cabin crew juga begitu," jelasnya.

Demikian pula dengan kondisi maskapai pelat merah saat ini, yakni Garuda Indonesia. Selain banyak pesawat yang sudah dikembalikan ke lessor, emiten berkode saham GIAA tengah menjalani penyehatan keuangan. Kondisi tersebut membutuhkan waktu untuk bisa kembali pulih.

“Tapi dengan AirAsia, Batik air ditambah pesawatnya seperti yang disebutkan oleh Pak Budi Karya Sumadi akan mempengaruhi terhadap pariwisata dan penerbangan nasional,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Luhut Pandjaitan Covid-19 wisatawan Pariwisata
Editor : Novita Sari Simamora
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top