Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

LRT Terhubung 310 Kawasan Pemukiman dan Komersial, MTI: Aksesbilitas Pengguna Harus Dipermudah!

Warga kawasan perumahan yang ada di sekitar stasiun LRT Jabodebek berpotensi menggunakan moda transportasi tersebut. Masyarakat Transportasi Indonesia atau MTI akses pengguna harus dipermudah dengan koneksi transportasi umum lainnya, jalur pejalan kaki, jembatan penyeberangan orang (JPO), sky bridge, jalur sepeda, maupun parkir kendaraan pribadi.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 20 Juli 2022  |  16:00 WIB
LRT Terhubung 310 Kawasan Pemukiman dan Komersial, MTI: Aksesbilitas Pengguna Harus Dipermudah!
Sebanyak 19 trainset dari total 31 trainset LRT Jabodebek telah dikirim ke Jakarta melalui stasiun Harjamukti (20/1/2021). - INKA
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA- Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) mendorong penyediaan akses angkutan bagi calon pengguna LRT Jabodebek dari/ke kawasan permukiman dan komersial. Untuk diketahui, terdapat 310 kawasan permukiman dan komersial di sekitar stasiun LRT Jabodebek.

Berdasarkan Studi Potensi Jaringan Angkutan Umum dan Integrasi Moda Kawasan di Sekitar Koridor LRT Jabodebek (2020) oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero), terdapat 18 stasiun yang akan melayani jalur LRT Jabodebek sepanjang 44,43 kilometer (km). Selain itu, terdapat 310 kawasan permukiman dan komersial di sekitar Stasiun LRT Jabodebek dengan radius kurang dari 5 km.

Untuk itu, Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Djoko Setijowarno mengatakan calon penumpang LRT Jabodebek harus diberikan kemudahan aksesibilitas dari stasiun LRT menuju kawasan permukiman/komersial, begitu juga sebaliknya.

Djoko menegaskan bahwa layanan LRT Jabodebek tidak bisa berdiri sendiri tanpa terintegrasi dengan moda transportasi lainnya. Seluruh sistem transportasi, lanjutnya, harus terintegrasi mulai dari hulu hingga hilir yakni praperjalanan (first mile), selama perjalanan, dan setelah perjalanan (last mile).

"Aksesibilitas ke 310 kawasan permukiman dan komersial harus ada untuk memberikan kemudahan bagi pengguna LRT Jabodebek," tegasnya melalui keterangan resmi, Rabu (20/7/2022).

Djoko menyebut warga kawasan perumahan yang ada di sekitar stasiun LRT Jabodebek berpotensi menggunakan moda transportasi tersebut. Dia menilai pelengkapan fasilitas dan akses menuju stasiun LRT terdekat, baik dengan transportasi umum, jalur pejalan kaki, jembatan penyeberangan orang (JPO), sky bridge, jalur sepeda, maupun parkir kendaraan pribadi, harus dilengkapi.

Di sisi lain, pemerintah daerah (Pemda) di kawasan Bogor, Depok, Bekasi yang daerahnya dilintasi jalur LRT dinilai bisa melakukan re-routing angkutan umum yang ada. Selain itu, pemda dinilai bisa membenahi pelayanan angkutan umum di daerahnya seperti Trans Pakuan Bogor dan Trans Patriot di Bekasi.

Secara rinci, 310 kawasan permukiman dan komersial yang diidentifikasi sekitar stasiun LRT Jabodebek tersebar di tiga lintas pelayanan LRT yakni Cawang--Cibubur (Harjamukti), Cawang--Bekasi Timur (Jatimulya), dan Cawang--Dukuh Atas. Total jalur LRT Jabodebek yakni 44,43 km.  

Pertama, lintas Cawang--Cibubur (14,89 km), akan dilayani empat stasiun. Secara rinci, terdapat 38 pemukiman dan komersial dekat Stasiun Harjamukti, 20 kawasan permukiman dan industri dekat Stasiun Ciracas, 18 kawasan permukiman dan komersial dekat Stasiun Kampung Rambutan, serta 11 kawasan permukiman dan komersial dekat Stasiun TMII.

Kedua, lintas Cawang--Bekasi Timur (11,05 km) akan dilayani tujuh stasiun. Terdapat 14 kawasan permukiman dan komersial dekat Stasiun Ciliwung, 14 kawasan permukiman dan komersial Stasiun Cikoko, enam kawasan permukimamn dan komersial dekat Stasiun Pancoran, serta enam kawasan pemukiman dan komersial dekat Stasiun Kuningan.

Kemudian, 14 kawasan permukiman dan komersial dekat Stasiun Rasuna Said, 15 kawasan permukiman dan komersial dekat Stasiun Setiabudi, serta 13 kawasan permukiman dan komersial dekat  Stasiun Dukuh Atas.

Ketiga, lintas Cawang--Dukuh Atas (18,49 km) dilayani oleh tujuh stasiun. Terdapat 15 kawasan permukiman dan komersial dekat Stasiun Cawang, 10 kawasan permukiman dan pendidikan dekat Stasiun Halim, 19 kawasan permukiman dan komerial dekat Stasiun Jatibening Baru, serta sebanyak 39 kawasan permukiman dan komersial dekat Stasiun LRT Cikunir I.

Selanjutnya, 19 kawasan permukiman dan komersial dekat Stasiun Cikunir II, 16 kawasan perumahan dan komersial dekat Stasiun Bekasi Barat, serta 23 kawasan perumahan dan komersial dekat Stasiun Jatimulya.

Di samping itu, saat ini terdapat 203 trayek angkutan umum yang beroperasi dan tersebar di sejumlah lokasi stasiun LRT Jabodebek. Yaitu 11 trayek di Stasiun Harjamukti, lima trayek di Stasiun Ciracas, sembilan trayek Stasiun Cikoko, 15 trayek di Stasiun TMII, 18 trayek di Stasiun Cawang, serta 25 trayek di Stasiun Kampung Rambutan.

Lalu, sebanyak empat trayek di Stasiun Cikunir II, lima trayek di Stasiun Cikunir I, enam trayek di Stasiun Jatibening, delapan trayek di Stasiun Dukuh Atas, sembilan trayek di Stasiun Kuningan, sembilan trayek di Stasiun Rasuna Said, dan sembilan trayek di Stasiun Setiabudi.

Selanjutnya, 10 trayek Stasiun Ciliwung, 12 di Stasiun Pancoran, 19 trayek di Stasiun Halim, sebanyak 15 trayek di Stasiun Bekasi Baru, dan 14 trayek di Stasiun Jatimulya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lrt jabodebek LRT LRT City mti
Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top