Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sri Mulyani Minta Dukungan China Terkait Dana Darurat Kesehatan FIF  

Sri Mulyani menyampaikan Presidensi G20 Indonesia mendorong mekanisme dana perantara keuangan atau financial intermediary fund (FIF).
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 13 Juli 2022  |  12:01 WIB
Sri Mulyani Minta Dukungan China Terkait Dana Darurat Kesehatan FIF  
Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati dalam acara Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia 2022 di Nusa Dua, Bali. Sri Mulyani menyampaikan Presidensi G20 Indonesia mendorong mekanisme dana perantara keuangan ataufinancial intermediary fund(FIF). Dok. Bank Indonesia
Bagikan

Bisnis.com, BALI – Menteri Keuangan RI Sri Mulyani melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Keuangan China, Liu Kun, dalam rangkaian pertemuan ketiga Finance Ministers Central Bank Governor (FMCBG).

Dalam pertemuan kemarin, Selasa (12/7), Sri Mulyani mengajak China untuk melanjutkan komitmen dalam mendukung sejumlah agenda prioritas G20, seperti inflasi, krisis pangan, dan krisis energi sebagai akibat dari pandemi.

Menkeu juga menyampaikan Presidensi G20 Indonesia mendorong mekanisme dana perantara keuangan atau financial intermediary fund (FIF) guna penanganan kesehatan di bawah pengelolaan Bank Dunia. Adapun WHO turut memegang peran penting dalam mekanisme ini.

“Maka dari itu, kami mengharapkan dukungan Tiongkok atas FIF agar dunia dapat lebih siap menghadapi situasi pandemi di masa depan,” ujar Sri Mulyani.

Dia menambahkan bahwa sejauh ini Indonesia telah menyumbang US$50 juta untuk menunjukkan kepemimpinan dan keseriusan dalam penanganan pandemi yang lebih baik.

Sementara itu, Menkeu Liu menyatakan bahwa China mendukung pembentukan FIF Pencegahan, Kesiapsiagaan, dan Respon (PPR) pandemi di Bank Dunia. China akan meninjau situasi pandemi dan kebutuhan untuk menerapkan inisiatif pembangunan global saat ini.

“Tiongkok akan secara aktif mempertimbangkan untuk berkontribusi pada FIF dan mempelajarinya lebih lanjut,” kata Liu.

Di sisi lain, Sri Mulyani dan Menkeu Liu juga sepakat bahwa isu ketahanan pangan merupakan isu yang penting untuk dibahas karena dampaknya yang signifikan pada dunia.

Sri Mulyani menilai kenaikan harga pangan sangat berdampak terhadap peran fiskal dalam melakukan kebijakan subsidi dan perlindungan sosial untuk masyarakat miskin dan rentan. Selain itu. hal ini juga memiliki dampak pada pengendalian inflasi dari sisi kebijakan moneter.

Tak cuma itu, Sri Mulyani dan Liu sepakat bahwa kedua negara memiliki kesempatan besar untuk bekerja sama dalam bidang investasi dan perdagangan, terutama di sektor strategis seperti infrastruktur.

Kedua negara juga telah menorehkan banyak pencapaian selama dua tahun terakhir dan berharap dapat memperkuat hubungan bilateral dalam bidang investasi dan perdagangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sri mulyani china g20 KTT G20 dana darurat
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top