Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Luhut: Subsidi BBM Tiap Mobil Rp19,2 Juta per Tahun, Motor Rp3,7 Juta

Menteri Luhut membeberkan nilai subsidi BBM dari pemerintah untuk setiap mobil dan motor per tahun.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 12 Juli 2022  |  12:52 WIB
Luhut: Subsidi BBM Tiap Mobil Rp19,2 Juta per Tahun, Motor Rp3,7 Juta
Petugas melakukan pengisian bahan bakar pertalite di SPBU Pertamina Abdul Muis, Jakarta, Rabu (29/6/2022). ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan menuturkan pemerintah memberikan subsidi BBM untuk setiap mobil sebesar Rp19,2 juta per tahun, sedangkan setiap motor sebanyak Rp3,7 juta per tahun.

Luhut menuturkan subsidi pemerintah untuk kendaraan mobil dan motor tinggi, dan berpotensi meningkat dengan kondisi harga BBM yang tinggi.

"Saat ini subsidi BBM untuk setiap mobil penumpang sebesar Rp19,2 juta per mobil setiap tahunnya. Sementara itu, subsidi yang dikeluarkan untuk sepeda motor yakni Rp3,7 juta per tahun untuk setiap unit yang ada di Tanah Air," katanya, saat peresmian tampilan baru Grab Electric di Gedung Kemenko Marves, Jakarta, Selasa (12/7/2022).

Dia menuturkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah meminta untuk melakukan reduksi penggunaan BBM subsidi dan dialihkan ke kendaraan listrik.

Adapun, saat ini pemerintah tengah berupaya mendorong Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi agar lebih tepat sasaran, khususnya penugasan jenis solar subsidi dan pertalite. Pemerintah tengah menggodok revisi Peraturan Presiden (Perpres) No.191/2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual eceran Bahan Bakar Minyak (BBM).

Saat ini untuk solar subsidi berdasarkan volume untuk transportasi darat, kendaraan pribadi plat hitam 60 liter per hari. Kemudian, untuk angkutan umum orang/barang roda 4 sebanyak 80 liter per hari, sedangkan angkutan umum/orang roda 6 sebanyak 200 liter per hari.

Di sisi lain, upaya alternatif juga didorong dengan mengalihkan kendaraan dengan BBM ke kendaraan bertenaga listrik. Luhut dan beberapa kementerian tengah mengkaji proyek penyediaan maupun konversi kendaraan bertenaga listrik.

Salah satu lokasi penggunaan kendaraan-kendaraan tersebut yakni di sejumlah destinasi wisata seperti Bali dan Borobudur.

"Kami mungkin ingin mengusulkan pembuatan sejumlah pilot project kendaraan EV (electric vehicle) atau kendaraan listrik, dan itu bisa dikonversi dengam baterai listrik buatan dalam negeri. Dalam 2,5 tahun apabila bisa kita buat, itu bagus," katanya, pada kesempatan yang sama.

Halaman:
  1. 1
  2. 2

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Luhut Pandjaitan BBM bbm subsidi subsidi bbm
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top