Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

China Mau Jual Obligasi Spesial US$220 Miliar, Gerak Cepat Danai Infrastruktur

Penerbitan yang direncanakan pada semester II/2022 ini akan memandakan pertama kalinya penjualan obligasi pemerintah daerah di China dipercepat dari jadwal semula.
Presiden China Xi Jinping/Bloomberg
Presiden China Xi Jinping/Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Keuangan China sedang mempertimbangkan untuk mengizinkan pemerintah daerah menjual obligasi khusus senilai 1,5 triliun yuan atau setara US$220 miliar pada semester II/2022.

Mengutip Bloomberg, Kamis (7/7/2022), penerbitan obligasi bertujuan untuk percepatan pendanaan infrastruktur yang belum pernah terjadi sebelumnya, sehingga bisa menopang ekonomi China.

Menurut sumber Bloomberg yang mengetahui rencana tersebut, penerbitan obligasi pemerintah daerah itu dimajukan dari rencana sebelumnya yakni tahun depan. Aksi ini akan memandakan pertama kalinya penerbitan obligasi pemerintah daerah di China dipercepat dengan cara seperti ini.

Pada periode sebelumnya pemerintah daerah tidak mulai menjual surat utang sampai 1 Januari, ketika tahun anggaran baru dimulai. Oleh karena itu, proposal untuk menyesuaikan batas waktu itu perlu ditinjau oleh Dewan Negara dan mungkin juga memerlukan persetujuan dari badan legislatif negara, National People’s Congress.

Utang sebagian besar akan digunakan untuk membayar pengeluaran infrastruktur, sebuah pedoman lama yang digunakan pembuat kebijakan untuk meningkatkan ekonomi yang terkena lockdown Covid dan kemerosotan industrri perumahan.

Pendanaan tersebut akan menambah 1,1 triliun yuan dalam dukungan baru untuk infrastruktur yang diumumkan selama beberapa minggu terakhir, karena pemerintah Presiden Xi Jinping mencoba mengembalikan ekonomi ke jalurnya untuk mencapai target pertumbuhan tahunan sekitar 5,5 persen.

Sementrara itu, harga komoditas menguat di jam perdagangan Eropa setelah berita tersebut dirilis, dengan tembaga memperpanjang kenaikan sebanyak 3,6 persen menjadi US$7.789 per ton di London Metal Exchange.

Sudah jelas bahwa pemerintah daerah membutuhkan lebih banyak uang. Berita hari ini menunjukkan bahwa pemerintah pusat masih tidak mau memperluas neracanya sendiri, dan sebaliknya membiarkan pemerintah daerah membawa kuota pinjaman dari 2023, yang berarti jurang fiskal tahun depan, ”kata Wei Yao, kepala penelitian Asia Pasifik dan kepala ekonom Societe Generale SA.

Kementerian Keuangan China dan Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional tidak segera menanggapi permintaan komentar Bloomberg.

Setiap tahun pemerintah daerah mendapat kuota dalam hal berapa banyak obligasi umum dan khusus yang bisa mereka jual. Hingga 2018 provinsi dan kota akan menunggu pertemuan NPC pada Maret untuk secara resmi menyetujui kuota itu sebelum mereka mulai menjual obligasi, yang berarti uang itu tidak akan dihabiskan sampai jauh di akhir tahun.

Sejak 2019 dan seterusnya, pemerintah pusat mulai mengeluarkan kuota lebih awal sehingga pemerintah daerah dapat mulai menjual surat utang sesegera mungkin setelah tahun baru dimulai.

Pada Desember tahun lalu, Kementerian Keuangan China mengatakan telah menerbitkan kuota 2022 senilai hampir 1,5 triliun yuan, dan kemudian mendorong semua obligasi senilai 3,65 triliun yuan untuk dijual dengan cepat dan digunakan tahun ini.

Pada akhir Juni 2022, sebagian besar obligasi tersebut telah terjual, yang berarti ada ruang di paruh kedua tahun ini untuk menjual lebih banyak utang jika pemerintah menginginkannya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Farid Firdaus
Editor : Farid Firdaus
Sumber : Bloomberg
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper