Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

DAMRI Ungkap Strategi Usai Dapat PMN Rp867 Miliar

DAMRI mengungkapkan strategi ke depan usai mendapat PMN Rp867 miliar.
Bus Damri. /DAMRI
Bus Damri. /DAMRI

Bisnis.com, JAKARTA – Perum Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia (DAMRI) menjelaskan strategi ke depan usai mendapatkan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp867 miliar.

Sekretaris Perusahaan DAMRI Akhmad Zulfikri mengatakan bahwa PMN akan dimanfaatkan untuk sejumlah proyek penugasan dari pemerintah di kala kondisi keuangan perusahaan yang terdampak akibat pandemi Covid-19.

"Bagi DAMRI, PMN akan memberikan perbaikan struktur modal perusahaan dan kapasitas usaha dalam menyelesaikan proyek penugasan dan pengembangan usaha dengan mempertimbangkan kondisi keuangan DAMRI yang terdampak sangat signifikan akibat pandemi Covid-19," terang Akhmad melalui keterangan resmi, Selasa (5/7/2022).

Adapun, sejumlah Proyek Penugasan dan Pengembangan Usaha di antaranya seperti penyediaan armada angkutan perintis dan angkutan pariwisata di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), serta pengelolaan armada bus listrik untuk perkotaan melalui program buy the service.

Kedua program tersebut, lanjut Akhmad, guna mendukung pelaksanaan program strategis nasional sekaligus mendorong inisiatif green energy dan meningkatkan kapasitas bisnis perusahaan.

Sejalan dengan itu, suntikan dana PMN diharapkan bisa mendorong realisasi hadirnya konektivitas transportasi massal yang lebih efisien dan menjangkau daerah tertinggal, terluar, terdepan dan perbatasan (3TP).

"DAMRI berkomitmen mengawal pengelolaan dana PMN dengan tetap memperhatikan unsur-unsur tata kelola perusahaan yang baik, akuntabel, dan transparan, serta dapat dipertanggungjawabkan kepada seluruh masyarakat," tutup Akhmad.

Selain DAMRI, tiga BUMN sektor transportasi dan pariwisata ikut mendapatkan alokasi PMN berdasarkan persetujuan DPR pada Senin (4/7/2022). Ketiga BUMN lain meliputi PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang mendapatkan Rp4,1 triliun, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero)/In Journey sebesar Rp9,5 triliun, serta Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia/AirNav sebesar Rp790 miliar.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dany Saputra
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper