Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Libur Sekolah, Cek Harga Tiket ke Solo dan Yogyakarta Akhir Pekan Ini

Harga tiket akhir pekan dari Jakarta ke Solo dan Yogyakarta terpantau relatif mahal untuk keberangkatan pada akhir pekan ini atau pada saat libur sekolah.
Ilustrasi. Penumpang pesawat berada di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang. /Bisnis.com
Ilustrasi. Penumpang pesawat berada di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang. /Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Harga tiket pesawat dari Jakarta ke Solo dan Yogyakarta terpantau relatif mahal untuk keberangkatan pada akhir pekan ini atau pada saat momentum libur sekolah.

Berdasarkan pantauan Bisnis, dari Traveloka, tercatat penerbangan dari Jakarta ke Solo pada Jumat (1/7/2022), yang termurah telah mencapai Rp944.700 dan termahal adalah Rp1,2 juta.

Kemudian, untuk keberangkatan pada (2/7/2022), tiket termurah adalah senilai Rp902.000 dan termahal Rp1,2 juta. Untuk Minggu (3/7/2022), tiket termurah adalah senilai Rp817.000 dan termahal Rp1,06 juta.

Itu baru untuk tiket menuju ke Solo. Lalu, berapakah tiket menuju ke Yogyakarta dari Jakarta?

Memantau dari online travel agent yang sama, tercatat penerbangan dari Jakarta ke Yogyakarta pada Jumat (1/7/2022), yang termurah telah mencapai Rp969.200 dan termahal adalah Rp2,73 juta.

Kemudian, untuk keberangkatan pada (2/7/2022), tiket termurah adalah senilai Rp809.000 dan termahal Rp2,65 juta. Untuk Minggu (3/7/2022), tiket termurah adalah senilai Rp704.000 dan termahal Rp2,39 juta.

Adapun, sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membeberkan sejumlah komponen yang mengakibatkan perubahan atau kenaikan tarif pesawat selain avtur.

Berdasarkan catatan dari Kemenhub, harga avtur dalam negeri telah mengalami kenaikan hingga mencapai 39 persen untuk rata-rata per Juni menjadi Rp17.753 per liter dari rata-rata Januari Rp 12.717 per liter. Membandingkan dengan rata-rata harga avtur pada 2019 yang senilai Rp10.845 per liter. Angka tersebut menunjukkan telah adanya kenaikan harga hingga sebesar 64 persen.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Nur Isnin Istiartono menjelaskan sejumlah komponen yang dapat mempengaruhi kenaikan harga tiket pesawat. Untuk peningkatan harga bahan bakar seperti avtur dia memperkirakan sedikitnya terjadi biaya kenaikan operasi hingga 10 persen. Kondisi tersebut belum ditambah kurs dollar dan komponen suku cadang pesawat.

“Biaya operasi pesawat 33-40 persen memberikan kontribusi pemeliharaan dan overhaul 20-25 persen, sewa pesawat 17-20 persen, serta biaya lain-lain seperti asuransi,” ujarnya di DPR, Selasa (26/6/2022).

Terbaru, dengan kondisi kenaikan harga minyak global yang berdampak ke avtur juga telah menambah beban operasi pesawat. Kondisi tersebut mendorong pemerintah menerapkan biaya tambahan atau fuel surcharge ke komponen harga tiket pesawat.

Fuel surcharge ini dapat diberlakukan karena kenaikan harga bahan bakar jangka waktu 3 bulan berturut membuat biaya operasi pesawat naik di atas 10 persen. Evaluasi berkala dilakukan pada penetapan tarif setiap 3 bulan atau ketika terjadi perubahan yang signifikan yang mempengaruhi keberlangsungan kegiatan maskapai.

Meski demikian, Isnin berpendapat penetapan tarif penumpang angkutan udara saat ini sudah mempertimbangkan UU No.1/2009, perlindungan konsumen untuk intervensi Tarif Batas Atas (TBA) dan intervensi tarif batas bawah (TBB) untuk hal persaingan tidak sehat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper