Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kementan Dianggap Tak Serius Tangani PMK, DPR Usul BNPB Ambil Alih

Komisi IV DPR menyinggung bahwa BNPB akan mengambil alih penanganan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menjadi perhatian terutama menjelang Iduladha.
Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina - Bisnis.com 27 Juni 2022  |  16:11 WIB
Kementan Dianggap Tak Serius Tangani PMK, DPR Usul BNPB Ambil Alih
Ketua Komisi IV DPR RI Sudin. (ANTARA - tangkapan layar)

Bisnis.com, JAKARTA – Ketua Komisi IV DPR Sudin menyampaikan kemungkinan Badan Nasional Penanggulangan Bencana akan mengambil alih penanganan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) akibat Kementerian Pertanian yang tidak serius menangani.

Dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi IV DPR bersama Eselon I Kementerian Pertanian, Sudin mengatakan bahwa saat ini sudah terbentuk Satuan Tugas atau Satgas penanganan PMK atar perintah langsung dari Presiden Jokowi.

“Saya sudah dapat info bahkan SK Satgas sudah keluar. Kemungkinan BNPB yang akan ambil alih, kalau tidak, tidak akan berjalan sesuai dengan harapan Presiden,” tegas Sudin pada awal RDP tersebut, Senin (27/6/2022).

Sudin cukup kecewa dengan kinerja Kementan yang menurutnya lamban dan tidak menganggap serius masalah PMK. Dia menilai Kementan asik sibuk mengurus proyek-proyek, bukan mengurus petani.

“Berbagai persoalan di pertanian, wabah PMK, layanan pupuk, kelangkaan cabai, bawang merah, menunjukkan lemahnya kinerja pelayanan utama Kementerian Pertanian. Eselon 1 dan dinas dinas sibuk mengurus proyek proyek, bukannya mengurus petaninya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sudin mempertanyakan kinerja Kementan yang hanya hilir mudik ke lapangan tetapi tidak ada hasilnya.

“Saya katakan saya kecewa kalau ngeliat gerombolan, ke sana ke sini, kapan kerjanya. Semua masalah pokok muncul karena pelayanan wajib tidak hadir dilapangan, pengawasan dan pelayanan kesehatan tidak berjalan dengan baik, sehingga PMK mewabah dengan cepat,” lanjutnya.

Sementara itu, dalam susunan Satgas PMK, Kepala BNPB Suharyanto turut mengepalai gugus tugas untuk PMK tersebut. Pada dasarnya Satgas PMK menggunakan struktur dan manajemen Satgas Covid-19 di BNPB.

Satgas PMK juga melibatkan Kementerian Pertanian dan pentahelix yang relevan untuk sektor peternakan dan kesehatan hewan.

Meski Sudin sempat menyinggung BNPB yang akan mengambil alih, sebelumnya Kepala BNPB Suharyanto menegaskan bahwa pihaknya akan membantu Kementan dalam menyelesaikan wabah PMK.

“Intinya Satgas PMK bukan mengambil alih tugas dan tanggung jawab Kementerian Pertanian, tidak, kami hanya membantu saja supaya lebih cepat. Bukan tidak percaya bahwa Kementerian Pertanian bisa mengatasi, supaya lebih cepat saja, dan ternyata memang PMK ini urusan kami bersama, bukan hanya urusan Kementan atau peternak saja,” ujar Suharyanto pada Rapat Koordinasi Penanganan Wabah PMK, Jumat (24/6/2022).

Berbekal pengalaman dari penanganan wabah Covid-19 dalam dua tahun terakhir, Suharyanto yakin timnya dapat membantu Kementan dalam menangani wabah yang menyerang hewan ternak di 19 provinsi tersebut.

“Mudah-mudahan karena kami punya pengalaman penanganan Covid-19 yang sampai saat ini kami masih laksanakan, sudah punya model dalam penanganannya, mudah-mudahan dapat diterapkan secara efektif dan efisien untuk menangani PMK,” lanjutnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dpr kementan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top