Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Top! IK-CEPA Bikin 11.000 Produk Indonesia Bertarif Nol ke Korsel

Pemerintah menyatakan Indonesia Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA) hadir sebagai peluang baru bagi kedua negara.
Indra Gunawan
Indra Gunawan - Bisnis.com 22 Juni 2022  |  14:13 WIB
Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (15/2/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (15/2/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah meyakini Indonesia Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA) bakal menjadi peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi, perdagangan, dan investasi Indonesia—Korea Selatan.

Dalam komitmen IK—CEPA, terutama dalam hal akses pasar barang, Indonesia akan mengeliminasi 92 persen pos tarif, sedangkan Korea Selatan mengeliminasi 95,5 persen pos tarifnya.

Hal ini dikatakan Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga saat menjadi pembicara kunci pada acara “Sosialisasi Hasil Perundingan Perdagangan Internasional IK-CEPA” pada Selasa, (21/6/2022) di Semarang, Jawa Tengah.

“IK-CEPA hadir sebagai peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi, perdagangan, dan investasi kedua negara. Sebanyak 11.000 produk kita gratis atau 0 pos tarif masuk Korea Selatan karena IK— CEPA. Ini pencapaian yang luar biasa dan benefit yang konkret yang didapatkan dari IK—CEPA,” ujar Jerry dalam keterangan tertulis, dikutip dari laman resmi Kemendag, Rabu (22/6/2022).

Menurutnya, dalam bidang investasi, komitmen kedua negara akan membuka peluang peningkatan investasi Korea Selatan di Indonesia yang dapat berdampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja.

Sementara, Indonesia-Korea Selatan juga berkomitmen melakukan kerja sama di berbagai bidang, antara lain industri; pertanian, perikanan, kehutanan; aturan dan prosedur perdagangan; infrastruktur; teknologi dan inovasi; budaya dan bidang kreatif; serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“IK—CEPA akan memberikan banyak manfaat, seperti peningkatan kinerja makroekonomi Indonesia, akses pasar dan ekspor produk barang dan jasa Indonesia, menciptakan iklim bisnis yang kondusif, memberikan kepastian dan keseragaman aturan perdagangan, penyerapan tenaga kerja, peningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia dengan asistensi teknis dan transfer pengetahuan dari Korea Selatan, serta peningkatan peran dan peluang UMKM,” tuturnya.

Jerry mengungkapkan setelah ditandatangani oleh kedua negara pada 18 Desember 2020, IK—CEPA penting untuk segera diimplementasikan. Sementara, Korea Selatan sendiri telah menyelesaikan proses ratifikasinya pada Juni 2021. Saat ini IK—CEPA tengah memasuki tahap akhir dari proses pengesahan atau ratifikasi.

“Kami sangat mengharapkan dukungan dan kerja sama dari Komisi VI DPR RI untuk mempercepat penyelesaian pengesahan IK—CEPA, sehingga perjanjian tersebut dapat diimplementasikan sesuai target yang telah ditetapkan dan dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama UMKM,” ujar Wamendag.

Sebagai informasi, nilai total perdagangan Indonesia—Korea Selatan pada 2021 tercatat sebesar US$ 18,40 miliar. Dari nilai tersebut, ekspor Indonesia ke Korea Selatan sebesar US$8,98 miliar. Sedangkan, impor Indonesia dari Korea Selatan sebesar US$9,42 miliar.

Sementara, total perdagangan Indonesia— Korea Selatan pada periode Januari—Maret 2022 mencapai US$6,09 miliar. Ekspor Indonesia ke Korea Selatan tercatat sebesar US$3,11 miliar. Sebaliknya, impor Indonesia dari Korea Selatan sebesar US$2,98 miliar.

Adapun produk ekspor nonmigas utama Indonesia adalah batu bara, tembaga, minyak nabati, alat pemancar sinyal TV, dan amonia. Sedangkan produk impor nonmigas utama Indonesia dari Korea Selatan adalah komponen elektronik (memori), suku cadang elektronik, tanker, komponen elektronik (prosesor), dan propylene.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemendag ekspor impor IK-CEPA
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top